Ekonomi Indonesia Berpotensi Membaik di Tengah Tantangan Global dan Domestik
Wednesday, 22 April 2015
Ekonomi Indonesia Berpotensi Membaik di Tengah Tantangan Global dan Domestik

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai kisaran 5,0%-5,3% dari 5,0% pada tahun 2014, ditengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Josua Pardede Chief Economist, Global Market Permata Bank Perekonomian dunia pada tahun 2015 diperkirakan mengalami ketidakpastian yang dipicu oleh perlambatan ekonomi tiongkok, melemahnya harga komoditas di pasar internasional, dan rencana kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS).

Joshua menyatakan, Perlambatan ekonomi China serta turunnya harga komoditas di pasar internasional berpotensi menekan kinerja ekspor Indonesia pada tahun ini. Sementara, rencana kenaikan suku bunga acuan di AS seiring dengan pemulihan ekonomi AS juga berpotensi memicu ketatnya kondisi likuiditas yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan investasi di negara berkembang termasuk Indonesia.
 
Namun demikian, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi didasarkan pada kebijakan ekonomi pemerintahan baru dalam memperlebar ruang fiskal sehingga mampu memberikan stimulus yang nyata bagi pembangunan sektor riil seperti penguatan sektor hulu serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk mendukung hilirisasi industri.
 
Sementara itu menurut Joshua ,di Industri Perbankan pertumbuhan kredit diperkirakan akan naik menjadi 16% akhir tahun 2015 ini. Faktor utama pendorong menguatnya pertumbuhan kredit adalah kondisi ekonomi tahun ini yang diperkirakan lebih baik dibanding 2014. Sedangkan faktor yang diperkirakan menghambat laju pertumbuhan kredit adalah tingginya suku bunga dan risiko penyaluran kredit.Di samping itu, Bank Indonesia juga sedang kebijakan makroprudensial dalam hal perluasan cakupan definisi simpanan dengan memasukkan surat-surat berharga yang diterbitkan bank dalam perhitungan LDR dalam kebijakan GWM-LDR.

 

 


(ARS/MKS)