MNCTV Beri Penghargaan Kepada Pahlawan Untuk Indonesia 2014
Thursday, 06 November 2014
MNCTV Beri Penghargaan Kepada Pahlawan Untuk Indonesia 2014

Jakarta - MNCTV memberikan penghargaan kepada pahlawan untuk Indonesia, yang dinilai menginspirasi lingkungan di sekitarnya dengan berbagai kegiatan positif tanpa pamrih.

Kandidat yang di usung MNCTV memiliki kategori, antara lain ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan, lingkungan, pendidikan, perlindungan, pengembangan perempuan dan anak, seni dan budaya. Masing - masing kandidat dari kategori tersebut memiliki kinerja yang berbeda beda, antara lain Achmad Nuril Mahyudin sebagai pejuang kehidupan masyarakat pinggiran, awalnya merasa iba dan prihatin dengan anak anak jalanan di ibukota lalu tanpa berpikir panjang ia mendidik sepuluh anak jalanan untuk memproduksi tas, logo dan kaos. Lalu ia menemukan kondisi masyarakat Ngawi, Jawa Timur, sangat memprihatinkan. Dengan kurangnya kebutuhan air bersih, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang jauh dari kata kayak, dan sayangnya kondisi ini belum tersentuh oleh pemerintah. Selama 25 tahun melakukan ia melakukan aktivitas sosial, tercatat ia sudah membuat 23 sumur dan 22 MCK, pemberdayaan 2 madrasah, pemberdayaan 3 TK dan Paud, pemberdayaan musholla dan masjid di sekitar Ngawi hingga Sragen.

Lalu I Made Sumansa sebagai inspirator ekonomi nelayan, dengan menginspirasi anggota nelayan yang sudah ia kumpulkan yang awalnya bermula 95 orang yang kini telah mencapai 550 orang. Ia berusaha menghidupkan kembali kawasan mangrove seluas 1373ha dan memanfaatkan sebagai tempat budi daya kepiting bakau. Dengan budidaya keramba, nelayan tidak lagi tergantung dengan kondisi alam yang tidak menentu serta dikhawatirkan dengan datangnya bulan-bulan paceklik.

Kemudian to suprapto sebagai pelopor pertanian terpadu yang mempelopori model pertanian petani, menerapkan program bertani organik sebagai pilar kemandirian masyarakat dan pengendalian hama terpadu.

Ziaul Haq Nawawi sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir serta pelestarian lingkungan. ia aktif memberikan pelatihan kewirausahaan dan membina beberapa kelompok wirausaha rumah tangga seperti abon sehat, juku kalotoro (pengemasan ikan asin), keripik rumput laut, keripik ikan dan selai nanas.

Asia pananrangi sebagai penebar asa penderita kusta yang ia lakukan adalah memotivasi membekali pendidikan kritis dan pemberdayaan ekonomi sejak 2002. setelah penderita kusta banyak yang sembuh, ia membentuk kelompok perawatan diri yang anggota-anggotanya mantan penderita kusta.

Untung Sutrisno sebagai penghijau hutan gundul, ia berupaya memperbaiki ketersediaan air bersih di daerah kering dan pondok pesantren. Ia melakukan edukasi lingkungan serta aktif dalam kegiatan penghijauan, peduli orang-orang berkebutuhan khusus (dalam hal keterbatasan fisik) dan menfasilitasi untuk mendapatkan pelayanan medis, melakukan pemberdayaan masyarakat miskin di pinggir hutan, dan sebagai ketua lembaga swadaya masyarakat.

Ai Dewi sebagai pendobrak adat suku pedalaman badui. Ai Dewi menjadi guru keliling secara sukarela di 60 kampung dengan menempuh perjalanan puluhan kilometer, ditambah kondisi alam yang masih sangat terjal, menuju pemukiman suku badui.

Masnawan Siregar sebagai pendidik anak tak mampu. Ia merelakan tabungan hajinya digunakan untuk membangun sekolah paud dan TK yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di Kelurahan Bintuju, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Martha Kewuan sebagai pemberdaya perempuan noelbaki. Ia membuat kelompok wanita tani dan menghidupkan kembali lahan tidur, untuk ditanami berbagai macam kebutuhan rumah tangga seperti sayur sayuran dan buah buahan. Berkat upayanya, ia mampu membangkitkan semangat kerja yang mengacu pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Baginya, peningkatan hidup yang merata di masyarakat jauh lebih baik daripada hanya memikirkan peningkatan ekonomi untuk diri sendiri.

Rasino sebagai pengajar seni tradisional dengan keterbatasannya. Rasino sudah 15 tahun berusaha di bidang seni tradisional. Ia sejak lahir sudah kehilangan penglihatannya, tapi ia mampu mengubah kegelapan menjadi cahaya terang melalui lantunan nada dan ketukan irama gamelan dalam seni karawitan.

Nominator-nominator diatas dinilai oleh juri-juri yang memiliki kredibilitas dibidangnya masing-masing, antara lain Imam B. Prasodjo (Sosiolog), Marco Kusumawijaya (Arsitek dan pengamat tata kota), Anne Avantie (Designer yang kini aktif di berbagai kegiatan sosial) dan prof. Dr. Ahmad Syafi'i Ma'arif, Phd (cendekiawan) sebagai juri kehormatan. Acara tersebut juga di hadiri Kanti Mirdiati selaku Managing Director MNCTV.

Acara penganugerahannya akan diadakan hari Kamis, 6 November 2014 di Studio 3 MNCTV, Jl. Pintu II TMII dan akan disiarkan pada Senin, 10 November 2014 pukul21.30 WIB di MNCTV.

Seperti yang di ketahui, acara tersebut diadakan guna memberikan penghargaan atau apresiasi kepada orang-orang yang di sebutkan diatas yang telah memberikan dedikasi tinggi tanpa pamrih kepada pembangunan masyarakat. Hal ini sangat menyentuh hati Nurani, karena ditengah gencarnya perkembangan teknologi, masih ada orang orang yang peduli terhadap masyarakat yang tetinggal.
 

 

 

 

(Ajityaga)