BPS: PDB Triwulan-II 2014 Mencapai 5,12%
Tuesday, 05 August 2014
BPS: PDB Triwulan-II 2014 Mencapai 5,12%

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB) triwulan II 2014 hanya sebesar 5,12 persen atau lebih lambat dari PDB triwulan II 2013 sebesar 5,76 persen.

"Secara umum pertumbuhan ekonomi global makin membaik terutama negara negara besar seperti: AS, Jepang, Tiongkok, Uni Rropa dan India", ujar Kepala BPS Suryamin pada press conference PDB 2014 di Gedung BPS, Selasa (5/8).

Suryamin menyatakan nilai PDB Indonesia pada triwulan II 2014 atas dasar harga konstan mencapai Rp 2480,8 triliun, sementara harga konstan IHK (Indeks Harga Konsumen) sebesar Rp 724,1 triliun.

"Secara kumulatif pertumbuhan ekn semester I 2014 dibanding semester I 2013 tumbuh 5,17 persen"ujar Suryamin.

Untuk pertumbuhan Q to Q tertinggi di sektor perdagangan,hotel dan restauran (4,17%), konstruksi -4,16% serta industri pengolahan -2,70%.

Pertumbuhan YoY tertinggi untuk sektor pengangkutan dan komunikasi(9,5%), konstruksi (6,59%) serta keu,real estate dan jasa perush (6,18%)

Sementara faktor yang menjadi perlambatan ekonomi pada semester II tahun ini menurut data BPS antara lain:

Pertambangan dan penggalian -0,15% yang merupakan dampak dari pembatasan sektor minerba.  Industri pengolahan -5,04 lebih lambat dari tahun 2013 yang sebesar 5,97%. Sektor perdagangan,hotel dan restoran hanya mencapai 4,53%

Untuk struktur PDB atas dasar harga berlaku menurut lap.usaha BPS mencatat:

Industri pengolahan tumbuh 23,57%, menandakan industri manufaktur masih paling tinggi didalam menghjasilkan PDB

Untuk laju pertumbuhan komponen komponen PDB berdasarkan pengeluaran.

1. Konsumsi RT masih tinggi 5,59% menguat dari triwulan II 2013 5,15%.
Menurut suryamin tingginya konsumsi sbg dampak dari pemilu 2014,yang berdampak pada sektor industri, manufaktur, percetakan kertas, tekstil, makanan serta minuman.
 
Selain itu faktor pemilu mendorong tingginya penggunaan komunikasi dan transportasi.

2. Konsumsi pemerintah ternyata - 0,71%. Lbh rendah dari tahun 2013 yang mencapai 2,17%.
 
Penyebab antara lain: realisasi belanja pegawai yg lbh rendah,adanya perbedaan pembayaran gaji ke 13,rapel gaji,adanya penangguhan bansos utk pemberdayaan masyarakat.

3. Pembentukan modal tetap bruto 4,53%
4. Ekspor barang dan jasa -1,04% penyebab karena ekspor yang mengalami konstraksi
5. Impor barang dan jasa -5,02%.

Sementara distribusi produk domestik regional menurut pulau pada triwulan I dan II 2014 antara lain: Pulau Jawa yang memberikan kontribusi 58,7 persen, kemudian diikuti P sumatra 23,47%,P kalimantan 8,31%,P sulawesi 4,84% dan sisanya 4,41 persen di pulau-pulau lainnya.
 

(ARS/MKS)