TNI dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kerjasama Di Bidang Sosial dan Kemanusiaan
Tuesday, 20 May 2014
TNI dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kerjasama Di Bidang Sosial dan Kemanusiaan

Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Bapak Sugianto Kusuma, menandatangani Nota Kesepahaman antara TNI dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia tentang bantuan bencana, sosial, kemanusiaan, pelestarian lingkungan hidup dan pendidikan, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (19/5/2014). 

Dalam kesempatan tersebut Bapak Sugianto Kusuma menyampaikan bahwa, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sudah berdiri sejak tahun 1993 dan merupakan kantor cabang dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang berpusat di Hualien, Taiwan. Sejak didirikan oleh Master Cheng Yen pada tahun 1966, dalam menjalankan misi dan kegiatannya Tzu Chi selalu memegang teguh prinsip cinta kasih universal tanpa membeda-bedakan agama, ras dan suku bangsa, yang mendasarkan aktivitasnya pada prinsip cinta kasih yang universal, meliputi misi amal, kesehatan, pendidikan dan budaya. 

Sementara itu, Panglima TNI menyampaikan, bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi berupa kesehatan, korban bencana alam dan teknologi serta beberapa program peningkatan SDM TNI, seperti bantuan beasiswa program strata-1 bidang Kedokteran dan Perawat Medis bagi putra-putri anggota TNI, serta bantuan pelestarian lingkungan di markas-markas TNI, akan memberikan nilai yang dapat dirasakan langsung oleh prajurit dan masyarakat. 

“Sejumlah karya nyata dan sentuhan Buddha Tzu Chi, telah berhasil mewujudkan kesadaran sosial masyarakat dan para pengusaha atas reklamasi kali angke, serta sejumlah 1.100 unit rumah dan berbagai  fasilitas lainnya seperti : sekolah, rumah sakit, industri rumah tangga dan sarana penunjang lainnya”, ujar Jenderal TNI Moeldoko. 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, bahwa kerja cerdas dan karya nyata Buddha Tzu Chi, sangat prospektif untuk dikerjasamakan dalam konteks tugas Operasi Militer.

Selain Perang (OMSP) TNI, khususnya dalam optimalisasi pemberdayaan wilayah pertahanan di perbatasan dan pulau-pulau terdepan serta wilayah terpencil lainnya dalam membantu meningkatkan kehidupan sosial, sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan nasional, di tengah bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, ujian dan cobaan, sebagai dampak dari perkembangan lingkungan alam dan lingkungan kehidupan global. 

Kerjasama yang dibangun, menurut Panglima TNI terdapat kesamaan visi dan misi sosial antara TNI dan Yayasan Buddha Tzu Chi, yaitu: Pertama, apapun yang dilakukan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara senantiasa dalam rangka pemberdayaan institusi fungsional. Kedua, dalam konteks sosial budaya, TNI dan Yayasan Buddha Tzu Chi merupakan bagian dari sistem sosial nasional. Ketiga, apapun yang dilakukan TNI dan Yayasan Buddha Tzu Chi senantiasa dilakukan bersama komponen bangsa lainnya, dan tidak berpretensi untuk dapat menyelesaikan semua permasalahan bangsa yang terjadi secara sendiri-sendiri. 

“Kesamaan itulah yang menjadi dasar kolaborasi untuk didedikasikan bagi peningkatan ketahanan nasional dan kesejahteraan kehidupan masyarakat, karena sejatinya ketahanan dan sejahtera merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan harus dibangun secara simultan”, kata Panglima TNI.

 

(IMR/MKS)