Kemenakertrans Latih 1.200 Orang Montir Sepeda Motor di Balai-balai Latihan Kerja
Thursday, 03 October 2013
Kemenakertrans Latih 1.200 Orang Montir Sepeda Motor di Balai-balai Latihan Kerja

Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan program pelatihan kerja bagi 12.000  calon montir sepeda motor dalam 5 tahun kedepan. Para calon montir itu akan mengikuti pelatihan kerja di berbagai Balai-balai Latihan kerja (BLK).

Untuk mendukung hal tersebut, Kemenakertrans mengadakan penandatangan Kesepakatan Bersama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan PT. Techno Motor Indonesia  (Mr. Montir) tentang “Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan Kerja Bidang Bisnis Administrasi Bengkel dan Perbaikan Sepeda Motor yang diselenggarakan di BBPLKLN Cevest  Bekasi pada Kamis (3/10).        

Penandatanganan Mou ini dilakukan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona, Surono (Perwakilan BNSP) dan Presiden Direktur PT MONTIR Davy Makimian Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnakertrans Abdul Wahab Bangkona mengatakan kerjasama ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang montir sepeda motor  yang tiap tahun terus bertambah.

“Penjualan motor di Indonesia saat ini tumbuh dengan sangat pesat. Oleh karena itu dibutuhkan ribuan tenaga montir motor yang handal dan kompeten yang bisa  dipenuhi dengan penyelenggaraan pelatihan khusus untuk bidang administrasi bengkel dan perbaikan sepeda motor” , kata Abdul Wahab di Kantor Kemnakertrans Jakarta pada Kamis (3/10/2013).

Abdul Wahab mengatakan dengan adalany Kesepakatan Bersama maka penyiapkan tenaga kerja kompeten di bidang administrasi bengkel dan perbaikan sepeda motor melalui pelaksanaan pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja akan lebih mudah terwujud.

Kerjasama ini kata Wahab akan berlangsung secara bertahap selama 5 tahun ke depan dengan target penciptaan montir yang handal mencapai 8.400 orang dan tenaga administrasi sebanyak 3.600 orang.

“Ini adalah bentuk dari  sinergi dan kemitraaan pemerintah dengan dunia industri dalam rangka menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bekerja di pasar kerja dalam dan luar negeri, “Kata Abdul wahab.

"Pelaksanaan pelatihan akan tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Cevest Bekasi, Bandung, Serang, Medan, Solo, Semarang, Makasar, Ternate, Sorong, Samarinda, Padang, Aceh, Kendari, Aceh dan lain-lain,"paparnya.

Dijelaskan Abdul Wahab, dalam kerjasama ini Kemnakertrans bertugas menyelenggarakan pelatihan bidang bisnis administrasi bengkel dan perbaikan sepeda motor di Balai-Balai Latihan Kerja Kemnakertrans dan menyediakan sarana dan prasarana uji kompetensi.

Sedangkan BNSP Melaksanakan sertifikasi profesi untuk bidang administrasi bengkel dan perbaikan sepeda motor. Sementara PT. Techno Motor Indonesia (Mr. Montir) menyiapkan modul pelatihan yang dibutuhkan dunia kerja, menyiapkan software point of sales dan memfasilitasi penempatan tenaga kerja bidang administrasi bengkel dan perbaikan sepeda motor.

“Jadi setelah mengikuti pelatihan dan dilulus uji kompetensi, para peserta pelatihan akan diberi sertifikat sebagai bukti sertifikasi keahlian dan akan dibantu oleh perusahaan dalam penempatan tenaga kerja bidang administrasi bengkel dan perbaikan sepeda motor,"pungkasnya.

(IMR/MKS)