Rupiah Melemah, Tanda ada Masalah Fundamental Perekonomian Indonesia
Tuesday, 10 September 2013
Rupiah Melemah, Tanda ada Masalah  Fundamental Perekonomian Indonesia

Jakarta - Anggota Komisi XI Arif Budimanta mengungkapkan adanya persoalan fundamental dalam perekonomian Indonesia, menyusul melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah. Dalam pandangannya, nilai tukar berhubungan dengan kemandirian ekonomi bangsa.

"Nilai tukar mata uang kita adalah faktor fundamental, sebab itu adalah salah satu indikator kemandirian ekonomi bangsa,"kata Arief dalam diskusi 4 Pilar bertajuk 'Ketahanan Ekonomi Nasional Dalam Konteks Empat Pilar' di Gedung MPR RI, Jakarta.

"Kita terlalu sisitemik keuangannya open, tidak ada lagi sistem keuangan lalu lintas devisa yang terbuka seperti Texas. Sangat bebas, kapanpun, berapapun siapapun boleh menggunakan uang,"tambahnya.

Sampai saat ini, lanjutnya Indonesia  tidak punya UU yang dapat dikatakan sebagai sistem perekonomianm nasional. "Kalau ada seperti apa. Kita membutuhkan rujukan yang sifatnya lebih teknikal,"ungkapnya.

"Peraturan seperti itu pernah diusukan dalam program legislasi nasional, tahun 2009 dan masuk prolegnas 2010, lalu hilang, dan kemudian dibangun RUU yang banyak diusulkan oleh pemerintah," jelasnya.

Indikator lain kurang mandirinya perekonomian Indonesia, sambung legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu, bisa dilihat dari krisis beberapa komoditi pangan, yang terkini adalah kedelai sebagai bahan dasar tahu dan tempe.

"Anomali krisis tahu tempe terjadi setelah presiden menjadikan bulog penyangga utama. Artinya, ada persoalan kemandirian dalam bidang ekonomi kita. Kita sekarangini low ekonomi, ditambah lagi pertumbuhan ekonomi kita lebih konsumtif,"pungkasnya.

(IMR/MKS)