00:00 WIB SOLIDARITAS UNTUK NEGRI, Salurkan Bantuan Anda ke Rekening BCA 0353111199 an. Radio Trijaya Shakti     00:00 WIB Hadiah hanya bisa diambil dalam tiga bulan setelah kuis / pengumuman berlangsung.     00:00 WIB Untuk konfirmasi pemenang, hubungi MNC Radio Networks di 021.392.35.55 pada hari dan jam kerja.     00:00 WIB Saat konfirmasi, sampaikan: nama, nomor telepon, waktu menang, jenis hadiah, dan judul program.    

Monas akan Ditumbuhi Pohon dalam ARIAH

17 Mei 2013 17:50 WIB
Monas akan Ditumbuhi Pohon dalam ARIAH

JAKARTA - Tugu Monumen Nasional akan ‘ditumbuhi’ pohon dalam musikal tari kolosal bernuansa Betawi “Ariah”. Tentu saja bukan dalam arti sebenarnya. Gambar berupa pohon bakal diproyeksikan ke tubuh Monas yang menjulang lebih dari 100 meter tersebut.

 

Permainan visual tersebut hanyalah salah satu dari berbagai kejutan yang disiapkan penata artistik Jay Subiakto. Tata lampunya mengandalkan sinar dari samping panggung, bukan dari depan, sehingga penonton tidak terganggu dengan bayangan 200 penari yang terlibat.

 

Belum lagi 100 musisi orkestra pimpinan penata musik Erwin Gutawa, yang menginterpertasikan unsur-unsur musik tradisi Betawi seperti: bentuk komposisi, melodi, irama, cengkok, karakter, dll. Mereka akan menyajikan kisah yang ditafsirkan oleh penulis sekaligus sutradara Atilah Soeryadjaya.


Cerita Ariah terjadi di Batavia, bertepatan dengan terjadinya pemberontakan petani Tambun pada masa pemerintah kolonial. Kisah perjuangan perempuan mempertahankan martabat dan kehormatannya itu akan dipentaskan di atas panggung terbesar se-Indonesia.

 

Panggung filosofis itu dibangun untuk mengimbangi kemegahan Monas, karena menurut Jay Subiakto, landmark ibukota tak bakal sekadar jadi pemanis atau latar panggung, tetapi terlibat dalam pentas.

 

Panjang panggungnya 72 meter atau hampir sama dengan lebar lapangan sepakbola. Tidak hanya satu bidang panggung, tetapi tiga tingkat sesuai bagian Monas yang terdiri dari cawan, tugu, dan emas. Bahkan, beberapa bidangnya dibuat miring, sesuai derajat garis imajiner antara Monas dengan titik nol Kota Batavia, tempat berlangsungnya kisah Ariah, yaitu Menara Syahbandar – Kota Tua Jakarta.

 

Didukung penuh oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, “Ariah” diharapkan mampu jadi pilihan warga ibukota merayakan ulang tahun kotanya. Dalam jamuan makan malam dan konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/05), Jokowi ingin “Ariah” disaksikan 15 ribu warga dengan 12 ribu di antaranya tidak perlu membayar.

 

“Sehingga nantinya ada subsidi silang untuk rakyat, dan ini hanya awal, nantinya mungkin kita bangun yang lebih baik lagi,” kata Jokowi, yang pada 22 Juni 2013 ini menjadi HUT DKI Jakarta pertamanya sebagai orang nomor satu ibukota.

 

Penasaran dengan gabungan teknologi dan seni tradisi ala “Ariah”? Saksikan di Monas pada tanggal 28-30 Juni 2013 pukul 19.00 WIB.