MPC MINUSTAH Apresiasi Positif Pekerjaan Satgas Kizi TNI
Wednesday, 01 May 2013
MPC MINUSTAH Apresiasi Positif Pekerjaan Satgas Kizi TNI

Port de Paix – Haiti - Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas hasil jerih payah seluruh Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH, rombongan tim MPC (Mission Project Coordinator) MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) didampingi oleh Letkol Czi Arief Novianto selaku Dansatgas Kizi TNI serta Kapten Czi Ali Akbar selaku Pjs Pasiopsdan Lettu Czi Luluk selaku Perwira Konstruksi meninjau hasil pekerjaan perbaikan jalan yang menghubungkan Port de Paix dengan Jean Rabel sepanjang 47 Km di Port de Paix– Haiti, Selasa (30/4/2013) dalam siaran persnya.
 
Sesuai dengan Engineering Tasking Order No. 199.01/MPC/2012, Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH mendapatkan tugas untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan jalan yang menghubungkan Port de Paix dengan Jean Rabel sepanjang 47 Km di Port de Paix. Kegiatan yang dibagi dalam tiga fase ini memiliki posisi yang sangat vital bagi kelangsungan perekonomian warga sekitar, karena merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan kedua kota tersebut.

Atas dasar itulah, maka MINUSTAH menilai bahwa kegiatan perbaikan jalan merupakan atensi khusus dalam pelaksanaan misi di Haiti.
 
Dalam kegiatan ini, tim Mission Project Coordinator menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh personil Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH, atas segenap usaha dan kerja kerasnya telah berhasil mencapai hasil yang cukup signifikan dalam kegiatan perbaikan jalan ini. Perkembangan saat ini, untuk total kemajuan pekerjaan perbaikan jalan telah mencapai 63,83%.
 
Dalam kesempatan tersebut, Tim MPC MINUSTAH juga meninjau perkembangan pembangunan temporary camp serta lokasi rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka membantu masyarakat Haiti, khususnya di Port de Paixseperti pembersihan sungai, pembuatan tanggul serta clearing area guna penyiapan lahan untuk pasar tradisional. (IMR/MKS)