Antam Harus Bisa Tingkatkan kinerja Keuangannya Dengan Kapitalisasi Aset
Wednesday, 24 April 2013
Antam Harus Bisa Tingkatkan kinerja Keuangannya Dengan Kapitalisasi Aset

Jakarta - Perusahaan tambang BUMN nasional termasuk Antam masih terkesan "jago kandang". Padahal,  dengan potensi sumber daya dan cadangan yang besar, Antam yang kinerja keuangannya relatif cukup baik, seharusnya bisa mengkonversikan segala keunggulan yang dimiliki untuk menjadi perusahaan tambang kelas dunia.

Pandangan ini dikemukakan Direktur Riset Lembaga Katalog Indonesia (LKI), Andriea Salamun hari ini di Jakarta.

"Dari segi kinerja keuangan, Antam tetap membukukan profitabilitas di tengah volatilitas harga komoditas mineral dunia di tahun 2012. Laba bersih yang konsolidasi di tahun 2012 tercatat sebesar Rp. 2,99 triliun atau naik sekitar 55,25% dari tahun 2011 sebesar Rp. 1,93 triliun," ujarnya.

Sejalan dengan itu, lanjut ia laba bersih per saham dasar perseroan meningkat menjadi Rp. 314 per lembar saham dibandingkan Rp. 202 per saham di 2011. Di lain sisi, kinerja penjualan emiten berkode ANTM itu pada periode Januari-Desember 2012 tercatat hanya meningkat dengan margin minim 1%. 

Meskipun indikator keuangan relatif baik sejatinya Antam bisa meningkatkan kinerja keuangan dengan mengkapitalisasi aset-aset yang dimiliki.

"Tidak terlihat teroboson signifikan dalam melakukan edging untuk mengantisipasi harga komoditas mineral yang fluktuatif," katanya.

Dalam periode kepemimpinan Alwin Syah Loebis, dapat dikatakan Antam menyia-nyiakan beberapa peluang pengembangan usaha. “Opportunity Loss” itu dilihat dari gagalnya Antam “mengkapitalisasi” proyek bijih nikel di Buli Maluku Utara. Persaingan Antam dalam perebutan aset tambang timbal-seng PT. Dairi Prima Mineral menunjukkan masih lemahnya perusahaan pelat merah tersebut dalam persaingan usaha. 

Andriea menilai Antam seharusnya bisa memaksimalkan kinerja mereka di beberapa tambang dimana Antam memiliki penyertaan saham seperti di Weda Bay Nickel, Vale Eksplorasi, Nusa Halmahera Minerals (NHM), dan lain-lain.  Gebrakan Antam barulah dilakukan di akhir 2012 dengan meningkatkan kepemilikan sahamnya di NHM sebesar 7.5% sehingga menguasai 25% sedangkan sisanya dimiliki oleh Newcrest.

"Aksi korporasi seperti yang baru dilakukan di NHM seharusnya bisa lebih aktif dilakukan di tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya. (IMR/MKS)