00:00 WIB SOLIDARITAS UNTUK NEGRI, Salurkan Bantuan Anda ke Rekening BCA 0353111199 an. Radio Trijaya Shakti     00:00 WIB Hadiah hanya bisa diambil dalam tiga bulan setelah kuis / pengumuman berlangsung.     00:00 WIB Untuk konfirmasi pemenang, hubungi MNC Radio Networks di 021.392.35.55 pada hari dan jam kerja.     00:00 WIB Saat konfirmasi, sampaikan: nama, nomor telepon, waktu menang, jenis hadiah, dan judul program.    

Kebun Kurma Di Belantara Padang Pasir Kota Madinah

19 Nov 2012 09:19 WIB
Kebun Kurma Di Belantara Padang Pasir Kota Madinah

Arab Saudi - Udara yang panas dan cahaya matahari yang menyengat menjadi keseharian penduduk Arab Saudi untuk menghadapinya. Mereka berhadapan dengan padang pasir dan panas yang tak berkesudahan. Tak jarang dari para penduduk Arab saudi menghindari sengatan matahari yang membakar kulit dengan berteduh dibawah rimbunnya pohon.

Memang sulit menemukan pohon dengan jumlah yang banyak dan rimbun ditengah belantara padang pasir. Namun, sesuatu yang berbeda terjadi, ketika memasuki sebuah kebun kurma ditengah suasana yang gersang di Madinah Arab Saudi. Keajaiban seakan terjadi ketika di tanah, yang memiliki hujan hanya 1-2 kali sepanjang tahun, terdapat kebun kurma yang rimbun. Salah satunya adalah Kebun Kurma Zahrani yang terletak di daerah Awali Madinah Arab Saudi.

Di tempat yang memiliki luas 6 hektar ini, seakan membawa kita berada dalam sisi lain, dengan suasana sejuk dan 'adem'.  Angin sepoi-sepoi ditambah rimbunnya pohon, menutupi cahaya matahari yang menyengat dan menyilaukan mata. Lahan dari kebun ini, memiliki 180 pohon dari berbagai macam jenis pohon kurma.

Tentu saja, kita tak hanya disuguhi rimbunnya dan melihat kurma diatas pohon, namun juga dapat menikmati berbagai jenis buah kurma. Di kebon Zahroni, disediakan semacam pasar kecil untuk pembelian. Aneka jenis kurma pun tersaji seperti; kurma ajwa yang kerap disebut kurma nabi, barni, mozafati, halawi, hingga zaghloul. Harga yang dipatok pun bervariasi, mulai dari 30 riyal hingga yang termahal mencapai 110 riyal.  Adalah kurma ajwa yang termahal, karena pohon kurma jenis ini jarang berbuah. Berbeda dengan jenis kurma lain yang cukup rutin dapat dipanen.

Ditempat yang kerap dikunjungi jamaah haji Indonesia dan Malaysia ini, juga menyuguhkan panorama  aliran air yang bening dan selalu membasahi lahan kebon kurma. Aliran air ini, berasal dari mata air hasil pengeboran tanah tandus dengan kedalaman 200 meter dan mengucur selama 24 jam. Ditengah kerimbunan pohon, pemilik kebun juga menyediakan tempat khusus berupa bentangan karpet yang lebar dan bangku khas arab bagi pengunjung untuk sejenak rehat di tengah kebon kurma. Sambil menikmati rimbunnya pohon, gemericik air dan mencicipi kurma, pengelola kebun juga menyuguhkan kopi dan teh khas arab.

Kopi dan teh khas arab disajikan dalam ukuran gelas yang unik. Untuk kopi, tersaji dalam gelas kecil yang tidak bergagang, yaitu Fanadil dan minumnya unik harus sekali tenggak. Soal rasa, pasti berbeda dengan selera Indonesia yang merupakan seduhan biji kopi tanpa disangrai dengan campuran kapulaga. Lalu bagaimana dengan teh arab? Teh arab juga disajikan dengan gelas kecil namun  bergagang dan disebut Pinjan. Soal rasa, Aroma teh yang segar menghadirkan sensasi ketika diminum ssetelah menyantap sebutir kurma.

Pemilik perkebunan seluas 60.000 meter persegi ini, Ahmad Azahroni, mengungkapkan, dia siap berbisnis mengirimkan produk kurmanya ke Indonesia. "Kami bekerja sama dengan perusahaan kargo untuk mengirim langsung ke Indonesia. Rencananya, setelah musim haji, kami langsung kirim ke Jakarta", ujarnya.

Kebun kurma Zahrani, menurut sang pemilik, telah ada sejak zaman Nabi. Berkebun kurma sendiri boleh dibilang merupakan usaha yang membutuhkan kesabaran meski hasilnya tentu saja menjanjikan keuntungan. Untuk tumbuh, kata Azahroni, pohon kurma membutuhkan waktu hingga mencapai 100 tahun. Uniknya, pohon-pohon kurma itu akan berbuah tiap bulan Ramadhan. Dari perkebunan itulah, kurma-kurma lezat dihasilkan. (AKI/MKS)