BKKBN, Bidik Sasaran Baru Melalui Grebek Pasar
Thursday, 25 October 2012
BKKBN, Bidik Sasaran Baru Melalui Grebek Pasar

Lampung - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kini membidik sasaran baru melalui kegiatan Grebek Pasar, yaitu menggelorakan dan monsosialisasikan program KB di pasar-pasar tradisional. Grebek Pasar yang digelar di pasar tradisional Margorejo, Kota Metro, Lampung, pada 13 Oktober  2012 lalu dinilai sukses.

 

 

Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Drs Suyono Hadinoto, MSc mengatakan, kegiatan grebeg pasar yang diadakan di Kota Metro, merupakan kegiatan yang baru diadakan pertama kali oleh BKKBN. “Tujuannya untuk menggemakan, mensosialisasikan, memberikan pelayanan, dan menberi hiburan di tempat-tempat yang biasa ramai dikunjungi oleh masyarakat, salah satunya pasar,” kata Suyono, Selasa (23/10).

 

 

Walikota Metro Lukman Hakim, SH, MM dan Wakil Walikota Metro Drs Saleh Chandra P, MM mendukung dan menilai ide sosialiasi KB di pasar-pasar tradisional sangat bagus, karena sosialiasi KB tersebut dapat sampai kepada masyarakat yang berada di lingkungan pasar tradisional.

 

 

Kegiatan yang baru pertama kali digelar BKKBN ini, dihadiri oleh Inspektur Ketenagaan dan Administrasi Umum BKKBN, Drs Hilaluddin Nasir; Plh Kepala Perwakilan BKKBN Lampung, Drs Muhammad Edi Muin, MSi; Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Dra Hj Netti Herawati, MM; para  pejabat eselon III dan IV Perwakilan BKKBN Lampung dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKKB dan PP) Kota Metro; Forkompinda Kota Metro; serta ratusan warga metro.

 

 

“Saya menyambut baik sekali kegiatan Grebek Pasar digelar di wilayahnya. Apalagi Kota Metro dijadikan sebagai pilot project kegiatan tersebut. Ini adalah upaya mensosialisasikan dan meningkatan program KB di Lampung, khususnya di Kota Metro. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan sasaran yang ingin dicapai BKKBN dapat terpenuhi,” kata Walikota Metro Lukman Hakim.

 

 

Grebeg Pasar diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pelayanan KB, dan hiburan tradisional Reog Ponorogo. Untuk pelayanan KB, Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dan Badan BKKB dan PP Kota Metro masing menurunkan satu mobil pelayanan (muyan). Sementara Reog dihibur oleh Grup Reog Singo Mulang Joyo.

 

 

Pasar merupakan tempat berkumpulnya orang dari berbagai lapisan dan golongan masyarakat, sehingga memudahkan BKKBN dalam mensosialisasikan dan memberikan pelayanan KB kepada masyarakat. “Kami akan melanjutkan kegiatan grebeg pasar di pasar-pasar lain di 13 kabupaten/kota lain di Lampung,” kata Plh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Drs Muhammad Edi Muin, MSi.

 

 

Sementara itu kegiatan gerebeg pasar berikutnya dilaksanakan di Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah sebagai lokasi percontohan bagi daerah lain untuk melakukan sosialisasi program Keluarga Berencana (KB).

Deputi BKKBN, Herdiyanto dalam acara Grebeg menyatakan bahwa "Pasar ini kita jadikan model nasional. Pasar lain di kota diharapkan meniru, supaya pedagang sejahtera, pengunjung sejahtera, keluarganya juga sejahtera," katanya.

 

Alasan Herdiyanto menjadikan Pasar Bunder menjadi lokasi percontohan karena di Pasar Bunder terdapat fasilitas seperti poliklinik dan radio komunitas. fasilitas ini akan
mengabarkan program KB secara berkelanjutan melalui pengeras suara yang terpasang di tiang-tiang pasar.
 
Sementara itu, Kasudin Keluarga Sejahtera Badan KB Pemberdayaan Masyarakat Sragen, Wiharyono menegaskan hiburan tradisional juga disediakan untuk ikut meramaikan acara gerebeg pasar,  sengaja disiapkan demi menarik perhatian warga.

"Sambil belanja sambil KB kita harap merekrut jaringan pedagang dan pengunjung dan semua komunitas yang ada," kata Wiharyono.


BKKBN dan Mitra Kerja "Rapatkan Barisan"

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama para mitra kerjanya mulai merapatkan barisan guna menyukseskan KB Mandiri. Sebab, dalam perjalanannya KB Mandiri telah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan kependudukan di Indonesia .

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Utama sekaligus Plt. Kepala BKKBN, Drs Subagyo, M.A. ketika membuka Workshop Nasional KB Mandiri Bersama Mitra Kerja BKKBN, Kemenkes, IAI, IBI, ARSSI, Persi BPOM, PT Askes, Produsen, Importir, Distributor, Apotek dan Retail di hotel Grand Mega, Kuta, Senin (22/10) malam.

"Hal ini sudah terbukti pada saat Indonesia mengalami puncak krisis moneter pada Tahun 1997, di mana kemampuan pemerintah untuk membiayai dan mengintervensi program KB sangat terbatas, namun faktanya TFR kita tetap menurun dan CPR kita tidak mengalami peningkatan," ungkapnya.

Subagyo mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tingkat kemandirian ber-KB di tempat pelayanan swasta semakin meningkat dari 59,2 persen pada Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2002/2003 dan menjadi 66,9 persen pada SDKI Tahun 2007.  Sedangkan pada fasilitas pelayanan pemerintah, tingkat kemandirian ber-KB makin menurun dari 21,2 persen hasil SDKI Tahun 2003 menjadi 16,7 persen pada Tahun 2007.

"Untuk itu, pemerintah dalam hal ini BKKBN sendiri telah melakukan berbagai kebijakan sebagai upaya meningkatkan peran bidan dan dokter dalam pelayanan KB berkualitas, khususnya untuk pelayanan KB jangka panjang. Sebab, dengan makin tingginya tuntutan masyarakat akan adanya pilihan pelayanan KB yang semakin berkualitas," katanya.

Subagyo berharap dengan adanya workshop ini ke depannya dapat menggugah mitra kerja untuk ikut dalam program KB, khususnya KB Mandiri. Apalagi menurutnya, KB Mandiri terus meningkat dan akan menjadi suatu kebutuhan. Sehingga ke depannya pun kerja sama dengan para mitra kerjapun semakin ditingkatkan lagi. "Kontribusi KB Mandiri cukup besar, yaitu 30 persen.

“Kemitraan menjadi kunci utama dalam membangun komitmen terhadap program kependudukan dan KB. Untuk itu, saudara-saudara harus pandai mengajak para mitra kerja BKKBN, khususnya SKPD-KB Kabupaten dan Kota untuk bersama-sama mendukung pembangunan Kependudukan dan KB agar sasaran RKP Tahun 2012 dapat cepat tercapai," harapnya. (ANP/MKS)