00:00 WIB SOLIDARITAS UNTUK NEGRI, Salurkan Bantuan Anda ke Rekening BCA 0353111199 an. Radio Trijaya Shakti     00:00 WIB Hadiah hanya bisa diambil dalam tiga bulan setelah kuis / pengumuman berlangsung.     00:00 WIB Untuk konfirmasi pemenang, hubungi MNC Radio Networks di 021.392.35.55 pada hari dan jam kerja.     00:00 WIB Saat konfirmasi, sampaikan: nama, nomor telepon, waktu menang, jenis hadiah, dan judul program.    

mataram daerah rawan bencana gempa disertai tsunami

14 Nov 2011 15:30 WIB
mataram daerah rawan bencana gempa disertai tsunami

"Kota Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang kerap terjadi di NTB," katanya pada acara rapat koordinasi penanggulangan bencana, di Mataram, Senin.
     Selain gempa disertai tsunami, kata dia, bencana lainnya yang mengancam wilayah Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB adalah bencana banjir, kebakaran permukiman, gelombang pantai dan abrasi serta rawan konflik sosial.
     Di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Makmur Said dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta camat se-Kota Mataram, Husnuddin mengatakan, pihaknya akan melakukan simulasi besar (gladi) terhadap  indeks rawan gempa bumi disertai tsunami di Kota Mataram, untuk memantapkan kesiapan tim reaksi cepat penanggulangan bencana ketika bencana itu benar terjadi.
     "Gladi lapangan akan dilakukan pada 12 Desember 2011, namun sebelumnya akan dilakukan gladi posko pada 24 November," ujarnya.
     Menurut dia, gladi tersebut merupakan bentuk kontijensi atau upaya antisipasi dalam menghadapi bencana, sehingga gladi akan melibatkan banyak pihak.
     Dalam skenario yang dirancang, Kota Mataram akan mengalami gempa bumi dan tsunami  dengan kekuatan 7,9  skala richter (SR) dengan kedalaman 7,1  kilo meter yang berpusat di wilayah barat daya, menyebabkan sekitar 200 ribu korban dan 10 ribu meninggal dunia.
     Dalam gladi bencana gempa disertai tsunami itu, kata Husnuddin, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh akan bertindak langsung sebagai insiden komandan, sementara kantor wali kota akan menjadi posko tanggap darurat.
     "Kami sudah membentuk panitia dan menyiapkan 24 unit mobil ambulance dari semua rumah sakit, termasuk kantong mayat. Dengan demikian, kita dapat mengetahui fungsi petugas dan cara-cara evakuasi korban yang wajib menjadi prioritas dilindungi yakni orang tua, penyandang cacat, perempuan dan anak-anak," katanya.
     Terkait dengan itu, pihaknya berharap agar Pemerintah Kota Mataram dapat menyukseskan kegiatan gladi bencana tersebut, agar masyarakat Kota Mataram memiliki kewaspadaan serta kesiapan mental dalam menghadapi bencana.
     "Anggaran untuk gladi bencana gempa bumi disertai tsunami sebesar Rp900 juta yang bersumber dari pemerintah pusat," ujarnya.
     Sekda Kota Mataram H Lalu Makmur Said yang sekaligus menjabat sebagai Kepala BPBD Kota Mataram, menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Oleh karena itu, semua SKPD diminta mendukung kegiatan penanganan bencana itu.
     "Kendati gladi kita laksanakan sukses, namun kita tetap berdoa musibah itu tidak akan pernah terjadi," ujarnya.