00:00 WIB SOLIDARITAS UNTUK NEGRI, Salurkan Bantuan Anda ke Rekening BCA 0353111199 an. Radio Trijaya Shakti     00:00 WIB Hadiah hanya bisa diambil dalam tiga bulan setelah kuis / pengumuman berlangsung.     00:00 WIB Untuk konfirmasi pemenang, hubungi MNC Radio Networks di 021.392.35.55 pada hari dan jam kerja.     00:00 WIB Saat konfirmasi, sampaikan: nama, nomor telepon, waktu menang, jenis hadiah, dan judul program.    

Pemerintah Dorong Gakoptindo Jadi Importir Kedelai

31 Jul 2012 11:17 WIB
Pemerintah Dorong Gakoptindo Jadi Importir Kedelai

Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi koperasi melalui Gabungan Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Gakoptindo) untuk menjadi importir kedelai. 

Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Brahman Setyo, di Jakarta mengatakan, namun hal itu tidak akan dilakukan dalam jangka pendek karena diperlukan kesiapan yang matang.   

Ia mengatakan, pihaknya memberikan dukungan dan motivasi dalamberbagai bentuk serta berupaya menjadi mitra dan pendamping yang baikbagi Gakoptindo.   

Pemerintah memang harus support karena Gakoptindo memilikiakses langsung pada perajin tahu dan tempe di lapangan," katanya. Pihaknya menjalin kerja sama dan bermitra dengan koperasi sertamemberikan pendampingan bagi mereka.   

"Seandainya ke depan Gakoptindo menjadi importir maka harusdigandeng semuanya agar bermitra," katanya.   

Ia menjelaskan, pemerintah melalui kementeriannya sedang menjalinjaringan antara koperasi dan membuat sejumlah demplot untuk ditanamikedelai lokal. Saat ini sudah ada beberapa demplot seluas 200 hektar di empat provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY.  

Dari jumlah itu sebanyak 10 hektar di antaranya melibatkankoperasi sebagai pengelola. Ke depan pihaknya merancang program pendampingan bagi KUD yangdiharapkan dapat menanam dan kemudian produknya dijual kepada Kopti. 

Pemerintah  tetap optimistis swasembada kedelai akan diwujudkan pada2014 dengan memanfaatkan jaringan KUD di daerah yang akan dikembalikan sebagai lumbung pangan daerah. (ANP/MKS)