Menteri PUPR Membuka Pameran Industri Beton, Konstruksi, Tambang, Energi dan Maritim Terbesar Se-Asia
Wednesday, 13 September 2017
Menteri PUPR Membuka Pameran Industri Beton, Konstruksi, Tambang, Energi dan Maritim Terbesar Se-Asia

Jakarta – Hari ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Dr. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc resmi membuka gelaran lima pameran niaga terbesar dan terkemuka se-Asia Tenggara Concrete Show South East Asia 2017, Mining Indonesia 2017, Construction Indonesia 2017, Oil & Gas Indonesia 2017 dan Marintec Indonesia 2017.

Kelima pameran ini berlangsung pada 13-16 September 2017 di Jakarta International Expo diselenggarakan oleh PT UBM Pameran Niaga Indonesia dan PT Pamerindo Indonesia, yang merupakan platform tepat bagi para pemain di industri beton, konstruksi, pertambangan, energi migas dan kemaritiman, baik di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnisnya, serta membawa solusi untuk mendukung upaya dan program pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, energi dan kemaritiman di seluruh wilayah Indonesia.

Christopher Eve, Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia mengatakan, pihaknya sangat bangga dapat menghadirkan secara bersamaan lima pameran berskala internasional terlengkap dan terbesar se-Indonesia guna mendukung perkembangan industri konstruksi, infrastruktur, energi dan kemaritiman di Indonesia yang saat ini tengah menjadi fokus utama pemerintah Indonesia. Perlu adanya sinergi lintas sektor dan industri dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di sektor konstruksi dan sektor kemaritiman. Lima pameran lintas sektor ini diharapkan dapat memberikan beragam solusi kepada para pelaku industri yang dapat dimaksimalkan oleh masing-masing sektor terkait.

“Para pelaku industri dalam negeri juga dapat memanfaatkan pameran ini untuk dapat memperbaharui informasi, menemukan solusi dan mengadopsi teknologi terbaru yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk di Indonesia,” tegasnya/
 
Pembangunan infrastruktur khususnya sektor konstruksi dan kemaritiman merupakan program prioritas pemerintah Joko Widodo dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Percepatan pembangunan infrastruktur akan turut mengakselerasi tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari peringkat Indonesia dalam “Global Competitiveness Index” yang meningkat dari posisi 55 pada tahun 2008/2009 menjadi posisi 41 dari 138 negara pada tahun 2016/2017. Peningkatan pada pengembangan infrastruktur merupakan salah satu penyebab lompatan Indonesia dalam Global Competitiveness Index sebesar 14 peringkat (The Global Competitiveness Report 2016–2017).

Pemerintah terus menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur khususnya konstruksi transportasi darat, seperti proyek jalan tol dan proyek kereta api; termasuk didalamya MRT (Mass Rapid Transportation), LRT (Light Rail Transit) dan Commuter Line. Pembangunan infrastruktur kemaritiman seperti transportasi laut juga menjadi fokus pemerintah, hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia poros maritim dunia. Beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam membangun sektor kemaritiman antara lain pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim melalui pembangunan tol laut, deep seaport, logistik, industri perkapalan, dan pariwisata maritim. Peningkatan peringkat indeks kompetensi Indonesia khususnya di sektor transportasi laut juga terus meningkat ke peringkat 77 di tahun 2015 setelah sebelumnya menempati peringkat 104 di tahun 2012. Hal ini menunjukkan pembangunan di Indonesia berada pada arah yang benar dan diharapkan untuk terus meningkat.

“Melalui pameran Concrete Show South East Asia dan Marintec Indonesia diharapkan dapat membawa solusi dalam mendukung program pemerintah dalam peningkatan pembangunan infrastruktur dan maritim Indonesia. Concrete Show South East Asia 2017 akan memfasilitasi pembeli dan supplier melalui berbagai macam produk, jasa serta teknologi beton dan konstruksi seperti beton pracetak, beton prategang, concrete mixer, batching plant, mesin bata ringan, dan teknologi besi beton, meningkatkan pengetahuan industri dan terlibat dalam diskusi khusus. Ajang ini merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas bangunan dimana semua pemain utama global di industri ini berkumpul dan berinteraksi,” tambah Christopher Eve.
 
Menurutnya, bersamaan dengan Concrete Show SEA 2017, Marintec Indonesia 2017 untuk kali ketiganya dihadirkan di Indonesia untuk menjadi medium komunikasi global bagi para pemimpin dan profesional industri maritim untuk saling bertemu, bertukar pikiran dan informasi mengenai perkembangan dan potensi industri maritim, seperti pelengkapan kelautan, teknologi perkapalan, penyediaan chandlery, dan pelayanan maritim.
 
Lebih dari 45.000 pengunjung akan hadir di acara ini untuk bertemu dengan para distributor Iokal serta perusahaan asing dari 40 negara atau wilayah yang memiIiki produk dan teknologi terkini untuk memberikan solusi dan mengakomodir kebutuhan masing-masing dari sektor konstruksi pertambangan, infrastruktur, migas dan bidang kemaritiman. “Melalui gelaran pameran terbesar ini, diharapkan nantinya dapat membawa Indonesia tidak hanya mampu bersaing lebih baik dengan negara-negara ASEAN tetapi juga mampu menghasilkan proyek-proyek infrastruktur berkualitas baik di darat maupun maritim dalam pembangunan negeri ini,” tutup Christopher. (ANP)