Lulusan STIAMI Disiapkan Untuk Menjadi Wirausaha
Sunday, 10 September 2017
Lulusan STIAMI Disiapkan Untuk Menjadi Wirausaha

JAKARTA – Pemerintah kini terus berupaya untuk mencetak wirausaha mandiri, agar berdampak besar dalam penciptaan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam rangka dukungan tersebut, Institut STIAMI hari ini menggelar acara Orientasi Mahasiswa Baru STIAMI Institut Intelektual Achievment Program (SIIAP), di Jakarta, Minggu (10/9/2017). Yang menarik di event yang diikuti oleh 2400 mahasiswa ini dikemas khusus agar nantinya para lulusan siap menjadi wirausaha mandiri.

Kordinator Kordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah III Kemenristek Dikti, Illah Sailah mengakaui, saat ini Indonesia masih sangat kekurangan entrepreneur. Namun hal tersebut sangat terbuka lebar, baik untuk sector usaha mikro kecil dan menengah. Menurut Illah, pemerintah terus berupaya membangun jiwa kemandirian bangsa, melalui lulusan perguruan tinggi untuk menjadi wirausaha dan membuka lapangan pekerjaan.

“Indonesia saat ini sangat kekurangan jumlah entrepreneur dibandingkan jumlah penduduk, sarana itu terbuka lebar mulai ukm. Membangun jiwa kemandirian agar bangsa ini bisa bangkit dikakinya sendiri. Kalo sarjana jadi pengusaha maka tangan diatas. Kami ingin mereka tidak mengemis pekerjaan,” tegasnya.

Ia mengatakan, tidak muluk-muluk target yang dipatok oleh pemerintah, yaitu 5 persen lulusan perguruan tinggi bisa menjadi wirausaha. Untuk itu, pihaknya berharap kepada perguruan tinggi agar membangunan spirit kewirausahaan dan memasukkannya dalam kurikulum mata kuliah. Selain itu sifat kedisiplinan harus dibangun, serta cara berkomunikasi yang baik agar nantinya bisa digunakan ketika sudah lulus nantinya.

“Kami minta STIAMI untuk menekankan jiwa kewirasusahaan yang diselipkan dalam mata perkuliahan, disiplin dan mengajarkan tentang komunikasi yang baik. Hal itu sangat penting dimiliki untuk menjadi wirausaha,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut STIAMI, Yulianto menjelaskan, pihaknya menyiapkan bekal kewirausahaan bagi mahasiswa melalui Program Cetak 100 Wirausaha Muda. Melalui program tersebut diharapkan mampu mengubah mindset mahasiswa dari mencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

"Ini sebagai bentuk partisipasi kami dalam penambahan calon-calon pengusaha yang sangat dibutuhkan," kata Yulianto.

Ia mengatakan Program Cetak 100 Wirausaha Muda yang baru dideklarasikan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kewirausahaan mahasiswa dan sekaligus sebagai komitmen STIAMI dalam menyiapkan calon-calon pengusaha.

"Sehingga dapat mendorong terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran sebagaimana cita-cita bangsa yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945," kilahnya. 

Yulianto menjelaskan pihaknya akan mentargetkan bisa menjaring 3 persen atau 100 mahasiswa yang mempunyai bisnis, tapi belum besar untuk dibina dalam Perhimpunan Wirausaha Mahasiswa (Perwira). Pasca lulus mahasiswa, peserta program diyakini bisa mengembangkan usahanya secara mandiri. 

"Kami ada pembinaan entrepreneur kerja sama dengan industri lainnya, sehingga pada akhirnya setelah lulus kita berharap bisnis mereka berkembang, sehingga siap menyerap tenaga kerja," tukas dia.

Menurutnya, masalah wirausaha muda Indonesia dipengaruhi oleh mindset mencari kerja. Karena itu, lanjut dia, tugas dari kementerian terkait untuk intens melakukan sosialisasi perubahan maindset menjadi pencipa lapangan pekerjaan ke kampus-kampus sebagai basis perkumpulan anak muda.

"Sosialisasi penting, karena generasi muda punya semangat yang tinggi. Dia masih bersih dan mereka belum tahu potensi diri. Ini yang akan kita arahkan merubah mindset mereka," ungkapnya. (ANP)