BHL Siap Bantu Advokasi Perbankan Atasi Kejahatan Keuangan Yang Makin Marak
Friday, 08 September 2017
BHL Siap Bantu Advokasi Perbankan Atasi Kejahatan Keuangan Yang Makin Marak

JAKARTA – Semakin canggihnya teknologi saat ini, akan dibarengi dengan tingginya aksi kejahatan di bidang financial. Untuk itu lembaga keuangan dan perbankan dituntut untuk ekstra waspada. Berbagai modus kejahatan dilakukan mulai dari pemalsuan kartu, pencurian data nasabah, penggelapan dana hingga kejahatan siber marak terjadi.

Sebagai lembaga keuangan, perbankan sangat menjaga trust masyarakat. Mereka pun sangat berhati-hati dalam menangani kasus kejahatan keuangan di perusahaannya. Terlebih jika melibatkan orang dalam membutuhkan penanganan khusus.

Terkait itu, BHL Investigasi dan Advokasi siap memberikan bantuan terhadap lembaga keuangan dan perbankan dalam menangani setiap kasus kejahatan finansial secara menyeluruh.  

Senior Konsultan BHL, Basuki mengemukakan, perbankan sangat menjaga kerahasiaan nasabah dan kepercayaan masyarakat. Mereka pun sangat berhati-hati dalam menangani masalah. Dalam menyelesaikan kasus keuangan dibutuhkan investigasi yang mendalam sehingga dapat ditangani secara cepat dan tepat.

"Kami di sini menangani kasus perbankan secara menyeluruh. Mulai dari upaya pencegahan melalui training, workshop serta penggunaan metode deteksi sedini mungkin. Selanjutnya upaya melakukan investigasi baik kronologis kejadian pelaku kejahatan maupun modus operandi secara internal, sampai pada pengumpulan dan verifikasi barang-barang bukti yang diperlukan," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Basuki pun sangat mendukung langkah Bank Indonesia (BI) yang menerapkan peraturan larangan penggesekan ganda (double swipe) kartu kredit dan debit. Larangan toko atau merchant menggesek ganda kartu selain di mesin Electronic Data Captured (EDC) sebagai langkah tepat.

"Ini merupakan langkah baik pemerintah dalam melindungi nasabah bank dalam bertransaksi. Di mana sejak dulu aksi pencurian data nasabah sudah marak terjadi. Diperlukan kepedulian bersama," tandasnya.

Sementara itu Heru Kristiyadi Wibawa menjelaskan pihaknya siap memberikan pendampingan mulai dari pencegahan hingga proses hukum. Diharapkan hal tersebut bisa membantu mewujudkan integritas bagi karyawan yang jarang dimiliki oleh pegawai di Indonesia. Sehingga banyak ditemui kejahatan financial hingga kasus korupsi.

“Kami berharap proses pencegahan dikedepankan. Di Indonesia masih sangat sedikit kalangan perbankan yang berpatokan terhadap integritas karyawan,” ujarnya.

BHL sendiri didirikan oleh tiga praktisi senior, yaitu Basuki, Heru Kustriyadi Wibawa dan Lukas Budi Santoso. Ketiganya merupakan orang berpengalaman di bidang advokasi, editor hukum, investigasi kejahatan finansial, forensic investigation hingga pemeriksaan polygraph dan perbankan. Secara individu mereka juga pernah menangani berbagai kasus besar, di antaranya BLBI. (ANP)