Menristekdikti Berikan Apresiasi Dan Anugerah IPTEK dan Inovasi
Friday, 11 August 2017
Menristekdikti Berikan Apresiasi Dan Anugerah IPTEK dan Inovasi

MAKASSAR - Pemberian Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional merupakan salah satu agenda tahunan Kemenristekdikti yang serangkai dengan peringatan Hakteknas. Adapun tujuan Anugerah Iptek dan Inovasi, yaitu: (1) mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia, (2) membangun iklim kondusif penguatan inovasi untuk peningkatan nilai tambah ekonomi dan atau sosial-budaya secara berkelanjutan, dan (3) memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi (ABGC= Academician, Bussiness, Government, Community) dalam mendorong penguatan inovasi.

Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, melaporkan tahun ini animo peserta meningkat, baik kuantitas maupun kualitas. Ini merupakan sinyal positif terjalinnya relasi mutualistis diantara stakeholder Iptek dan Inovasi untuk melahirkan inovator-inovator handal, mengakselerasi terbentuknya kultur berinovasi di tengah masyarakat.

“Begitupula sistem pendaftaran online, penilaian hingga penetapan pemenang mengalami penyempurnaan untuk mempermudah para peserta mengikuti tahapan lomba. Juga memberikan penekanan pada asas lomba yang lebih akuntabel, partisipatif, terbuka, kebebasan akademik, kemanfaatan dan  keberlanjutan,” katanya.

Sistem penilaian anugerah melalui tiga tahap, yakni : (1) Approach, untuk perencanaan; (2) Deployment, untuk menilai kapasitas SDM, infrastruktur, budaya inovasi dan sistem informasi; dan (3) Result, fokussing pada hasil inovasi yang memiliki nilai tambah ekonomi dan sosial-budaya.

Pemenang Anugerah 2017 untuk 8 kategori diserahkan oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, yaitu :

  1. , diberikan kepada Pemerintah Daerah Provinsi sebagai apresiasi atas prestasi dalam penguatan sistem inovasi di wilayahnya. Peringkat 1. Provinsi Jawa Barat, 2. Provinsi Sumatra Selatan dan 3. Provinsi Riau
  2. , diberikan kepada Pemerintah Kab/Kota atas prestasi dalam penguatan sistem inovasi di daerahnya. Peringkat 1. Kabupaten Sragen, 2. Kabupaten Pelalawan, 3. Kota Magelang

3.  Widyapadhi, diberikan kepada perguruan tinggi sebagai apresiasi atas prestasi dalam litbang menjadi produk inovasi melalui penguatan kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi.  Peringkat 1. IPB, 2. ITB, 3. UGM

4.  Prayoga Sala, apresiasi terhadap prestasi LPNK, PUI atau Lembaga Penelitian dan Pengembangan untuk penguatan inovasi. Peringkat 1. Puslit Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, PT. Riset Perkebunan Nusantara, 2 Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT. Riset Perkebunan Nusantara, 3. Balai Besar Industri Agro, Kementerian Perindustrian.

5. Abyudaya, diberikan kepada sektor industri sebagai apresiasi atas prestasi dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi. Peringkat 1. PT. Biofarma (Persero) Tbk, 2. LEN Industri (Persero) Tbk, 3. PT. Dua Empat Tujuh.

6.  Adibrata, sebagai apresiasi kepada masyarakat ilmiah atas prestasi dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi.  Peringkat 1. Dr. Eng. Januarti J. Ekaputra, MM. 2. Prof. Dr. Abu Bakar Tawali, 3. Prof. Dr. Ir. Mohammad Nasikin, M.Eng.

7.  Labdha Kretya, diberikan kepada masyarakat umum yang berprestasi menghasilkan inovasi.

Peringkat 1. Roy Wibisono A. Prabowo, S.Si, 2. Ir. Cepi Al-Hakim, M.Si., 3. Ahmad Mursyid Rois.

8.  Widya Kridha, apresiasi prestasi atas dukungan lembaga non pemerintah dan kelompok masyarakat dalam mendorong penguatan sistem inovasi. Peringkat 1. Bandung Technopark, 2. Pro Indonesia.

“Selain anugerah iptek dan inovasi, juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang Dosen Terbaik, Standar Penjaminan Mutu Internal, HKI, dan Penulis Artikel dan Foto Terbaik,” demikian Ophirtus Sumule selaku Sekretaris Panitia Hakteknas ke-22 tahun 2017. (ANP)