3 Jenis Sabar dalam Pekerjaan
Friday, 11 August 2017
3 Jenis Sabar dalam Pekerjaan

JAKARTA, SINDOTRIJAYA.com  Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan CEO dan pengamat ekonomi. Hampir semuanya mengatakan “Bisnis/ekonomi melemah, tugas pemimpin semakin berat. Baik pemimpin pemerintahan maupun pemimpin bisnis.” Mendengar curhatan dan analisa ini saya teringat pesan guru bisnis saya, “Sabar dan pertolongan bagaikan dua saudara kandung, karena datangnya pertolongan adalah berkat kesabaran.”

Banyak orang salah memahami bahwa sabar itu pasif. Menurut saya kurang lengkap, kita boleh pasif khususnya dalam hal menerima berbagai kesulitan dan tantangan, tetapi wajib dilanjutkan dengan kesabaran yang aktif. Wujudnya dalam bentuk kegigihan, kesungguhan dalam mengerjakan sesuatu meskipun berbagai kesulitan dan rintangan harus dilewati. Sabar itu pasif sekaligus aktif.

Dalam dunia pekerjaan, sabar itu terdapat dalam tiga jenis. Pertama, sabar dalam mewujudkan visi dan target bisnis. Kedua, sabar dalam menghadapi berbagai kesalahan dan kekurangan. Ketiga, sabar agar bisnis/bekerja tidak melanggar etika dan ajaran agama yang dianut.

Kondisi ekonomi saat ini melesu sementara target bisnis tetaplah tinggi, bersabarlah mewujudkannya. Teruslah mencari strategi dan cara agar target bisnis bisa terwujud. Kesabaran aktif bepeluang besar bagi kita untuk menemukan banyak jalan yang bisa mempercepat tercapainya target. Kesabaran melahirkan kreativitas, kesabaran mendatangkan pertolongan. Itulah yang terjadi apabila kita meyakini kesabaran jenis pertama.

Kesabaran jenis kedua bisa diwujudkan dengan “memaklumi” kesalahan dan kekurangan yang ada dalam bisnis. Tentu bukan berarti kita bekerja asal-asalan, khususnya yang menyangkut keselamatan jiwa, ini wajib disiapkan zero accident. Semua hal wajib disiapkan dengan sangat baik namun bila suatu saat terjadi kesalahan dan kekurangan, kesabaran harus dihadirkan di dalam jiwa. Dalam perspektif spiritual “musibah adalah ujian bagi orang yang beriman.”

Ada orang yang berkata, “Sekarang mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal.” Paradigma ini sesat dan menjerumuskan. Sehingga banyak pemimpin atau pebisnis yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Padahal masih banyak cara halal dan harta halal yang bisa kita dapatkan. Seorang pebisnis dan pemimpin memang perlu memiliki kesabaran yang ketiga, sabar untuk tidak melanggar etika dan ajaran agama yang kita anut.

Yakinlah, kesabaran berbuah banyak pertolongan. Bukan hanya pertolongan dalam dunia kerja dan bisnis tetapi juga pertolongan dalam sisi-sisi kehidupan yang lain. Hidup menjadi lebih tenang, apabila tiga kesabaran tersebut melekat dalam diri kita. Berlatihlah bersama saya, untuk terus bersabar.

 

Jamil Azzaini

CEO Kubik Leadership

www.kubik.co.id