Bakti Teknologi untuk Negeri Hakteknas, 30 Orang Penyandang Disabilitas Terima Kaki Palsu di Makassar
Wednesday, 09 August 2017
Bakti Teknologi untuk Negeri Hakteknas, 30 Orang Penyandang Disabilitas Terima Kaki Palsu di Makassar

MAKASSAR - Acara penyerahan dan pemasangan kaki palsu sebagai salah satu wujud Bakti Teknologi untuk Negeri dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hakteknas ke 22 di Makassar. Senin 7 Agustus 2017, Kementerian Riset,Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia menyelenggarakan acara Penyerahan dan Pemasangan Kaki Palsu bagi Penyandang Disabilitas di Makassar.

Kepala Sub Bidang Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi  Dr. H Kamso dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 22. " Melalui kegiatan Hakteknas yang tahun ini berpusat di Makassar, diharapkan agar kita dapat menggelorakan inovasi untuk membangun negeri, sehingga kita akan memiliki daya saing dengan negara lainnya.  Kita berharap kepada bapak dan ibu yang menerima kaki palsu ini agar memanfaatkannya dengan baik sehingga menjadi hal yang berguna," ujar Kamsol.

Panitia lokal penyelenggara Drs.H.M Pangurisang Parawansa, M.Si, selaku kepala bidang Sosial dan kependudukan mewakili kepala balitbangda Provinsi Sulsel mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan mulai dari pengukuran pada tanggal 18 Mei 2017 bertempat di Bina Daksa Kementerian Sosial RI jalan A.P Pettarani Makassar oleh para penyandang disabilitas. Peserta yang menerima kaki palsu ini sebanyak 30 (tiga puluh) orang yang berasal dari kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Kampus II (dua) BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan Jalan Cenderawasih No. 233, Makassar yaitu :

1.Kota Makassar sebanyak 15 orang
2.Kabupaten Pangkep sebanyak 3 orang
3.Kabupate Bone sebanyak 2 orang
4.Kabupaten Bantaeng 2 orang
5.Kabupaten Barru 3 orang
6.Kabupaten Soppeng 3 orang
7.Kabupaten Enrekang 2 orang

Kegiatan ini terlaksana atas sinergi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi  dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Balitbangda Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada acara penyerahan dan pemasangan kaki palsu, Goenawan selaku Ketua Panitia Harian Hakteknas ke-22 memberikan pesan kepada penerima kaki palsu. Goenawan mengatakan bahwa dengan adanya bantuan kaki palsu ini diharapkan para penerima harus tetap tegar dan mandiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa kaki palsu itu dibuat oleh Pak Soegeng yang merupakan mitra dari Kemenristekdikti.

Goenawan menyarankan untuk membuat group komunikasi bersama antara Pak Soegeng dengan para penerima kaki palsu agar dapat melakukan diskusi seputar permasalahan yang dihadapi dalam hal pembuatan kaki palsu dan dapat bergabung dengan  sehingga komunitas. Ke depan diharapkan akan muncul generasi "Soegeng - Soegeng" berikutnya yang biasa berusaha dan berkreasi sendiri menciptakan alat bantu seperti ini. (ANP)