Festival Generasi Berencana (GenRe) Bersama Anak Jalanan
Monday, 19 June 2017
Festival Generasi Berencana (GenRe) Bersama Anak Jalanan

Jakarta - Penduduk remaja atau kaum muda mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan. Secara global jumlah remaja sebanyak 1.8 miliar atau seperempat penduduk dunia. Sedangkan secara Nasional, kita sedang berada dalam sejarah demografi yang belum terjadi sebelumnya dimana proporsi dan jumlah remaja sangat tinggi terhadap total populasi. Menurut data Supas tahun 2015, jumlah penduduk usia 10-24 tahun mencapai sekitar 61 juta jiwa dan jumlah penduduk 10-24 tahun yang belum menikah sebanyak 54 juta. Jumlah remaja yang besar tersebut akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara Indonesia apabila dikelola dengan baik dan kualitasnya juga baik.

Sebagai upaya menyiapkan generasi muda untuk mampu mengisi Bonus Demografi, menyiapkan Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045 serta memperingati Hari Keluarga Nasional XXIV tahun 2017, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai salah satu instansi yang berpartisipasi aktif dalam pembinaan remaja melalui  Generasi Berencana (GenRe). BKKBN  menyelenggarakan Festival Generasi Berencana (Genre) melalui multi jalur di Auditorium Kantor Pusat BKKBN (19/06/2017).

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dalam sambutannya menyampaikan, “Saya berharap, semoga remaja yang hadir pada hari ini bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang kegiatan GenRe melalui PIK Remaja. Melalui forum pertemuan ini saya mengharapkan para mitra kerja dapat membina secara aktif para remaja yang ada dibawah binaanya masing-masing.  BKKBN kedepan akan mengintensifkan Kegiatan GenRe dengan memperbanyak pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja.” jelas Surya. 

GenRe adalah kegiatan yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan, berkarir dalam pekerjaan, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Adapun tujuan dari program GenRe adalah untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan menyiapkan kehidupan berkeluarga dalam upaya peningkatan kualitas generasi mendatang dengan sasaran remaja (10-24 tahun) yang belum menikah; keluarga yang memiliki remaja; serta masyarakat peduli remaja.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menegaskan, “Remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia, generasi yang pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, akan berusia antara 35-54 tahun. Generasi ini akan berada pada usia produktif sehingga secara pasti akan mewarnai dan menjadi nahkoda bangsa ini. Generasi emas disemai melalui pembangunan karakter dalam pembangunan keluarga yang menggunakan pendekatan siklus kehidupan. Karena itu, membina remaja adalah investasi yang luar biasa penting.” tegas Surya

Kegiatan yang dilakukan dalam Festival Generasi Berencana (GenRe) diantaranya Lomba Menggambar tentang Keluarga, Pembekalan Materi GenRe, Festival Kreatifitas Remaja, Motivasi Remaja oleh Motivator. Mensosialisasikan substansi GenRe yang meliputi Kependudukan dan Pembangunan keluarga, Kesehatan Reproduksi, Keterampilan Hidup dan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga. Festival GenRe dihadiri oleh sekitar 400 remaja berasal dari Remaja Binaan Rumah Singgah yayasan Himmata Tanjung Priok, Remaja Binaan Sekolah Master Depok, Remaja Binaan Yayasan Kartini Pademangan, Remaja Binaan PSBR Bambu Apus Jakarta, Remaja Binaan Yayasan Kampus Diakoneia Modern  Bekasi, Remaja Binaan Rumah Singgah Ciliwung Jakarta Selatan, Rumah Singgah Suara Jakarta Timur, Rumah Singgah Binus Jakarta Barat, PIK Remaja DKI Jakarta, PIK Remaja Ceria Sentul.

Melalui generasi berencana, remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja. Masa transisi dimaksud dibagi ke dalam Lima Transisi Kehidupan, yaitu 1) melanjutkan sekolah; 2) mencari pekerjaan; 3) memulai kehidupan berkeluarga; 4) menjadi anggota masyarakat; dan 5) mempratikkan hidup sehat. (ANP)