Melepas Rindu Kampung Halaman Dengan Mudik Bareng BKKBN
Monday, 19 June 2017
Melepas Rindu Kampung Halaman Dengan Mudik Bareng BKKBN

Jakarta - Sebagai upaya terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera, tanggal 29 Juni telah ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas) melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional.

Diawali pada tahun 1993, tahun ini akan diselenggarakan peringatan Harganas XXIV. Penyelenggaraan peringatan Harganas bertujuan untuk meningkatkan  peran serta pemerintah, pemerintah daerah, mitra kerja, dan swasta tentang pentingnya penerapan 8 Fungsi Keluarga dan pembentukan karakter sejak dini untuk mewujudkan pelembagaan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

“Delapan Fungsi Keluarga tersebut adalah Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi, dan Fungsi Lingkungan. Peringatan Hari Keluarga Nasional didorong untuk dilakukan dengan 4 Pendekatan Ketahanan Keluarga yang telah dicanangkan pada peringatan Harganas XXIII tahun 2016 yang lalu, yaitu keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, serta keluarga peduli dan berbagi,” jelas Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty pada sambutannya melepas peserta mudik bareng di Lapangan Parkir Kantor BKKBN.

Peringatan Harganas XXIV Tahun 2017 mengambil tema “Dengan Hari Keluarga Nasional Kita Bangun Karakter Bangsa melalui Keluarga yang Berketahanan”. Sementara pesan intinya adalah Keluarga Berketahanan, Indonesia Sejahtera. Acara puncak peringatan Harganas XXIV Tingkat Nasional Tahun 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2017 di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung. Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh Presiden RI dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta para menteri Kabinet Kerja, gubernur, bupati, dan walikota, imbuh Surya.

Jika ditinjau dari aspek sosial budaya, mudik Lebaran adalah ritual tahunan para pekerja migran untuk melepas rindu kepada kampung halaman. Namun, bagi BKKBN, setiap tahunnya mudik Lebaran menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan kembali pemangku kepentingan dan masyarakat luas tentang permasalahan kependudukan. Hal ini karena jika ditinjau lebih jauh, mudik memiliki kaitan yang erat dengan permasalahan kependudukan, terutama migrasi, tegas Surya.

Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan sebanyak 49,7 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 (Bappenas et al., 2013) memperkirakan persentase penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan akan meningkat dari 53,3 persen pada tahun 2015 menjadi 66,6 persen pada tahun 2035. Tingkat urbanisasi di empat provinsi di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten bahkan diperkirakan akan mencapai di atas 80 persen pada tahun 2035.

Sekaitan dengan itu, BKKBN menyelenggarakan kegiatan Mudik Bersama Peserta KB sebagai salah satu kegiatan kreatif yang dirancang untuk mempertahankan kesertaan ber-KB. Di tengah hiruk pikuk mudik Lebaran, saat orang-orang berjejal dan mengantri tiket perjalanan demi bisa pulang kampung, peserta KB tidak perlu melakukannya karena BKKBN memberikan fasilitasi kepada peserta KB untuk pulang kampung, tambah Surya.

Kegiatan Mudik Bersama Peserta KB ini juga merupakan bentuk apresiasi BKKBN kepada pasangan usia subur (PUS) dan keluarga-keluarga yang telah setia menjadi peserta KB. Dengan tidak bermaksud mengiming-imingi, penghargaan seperti ini kami harapkan dapat menjadi pendorong minat PUS yang lain untuk berpartisipasi dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), di antaranya dengan menggunakan kontrasepsi yang sesuai dengan pilihan dan kondisi masing-masing, sambung Surya.

“Kita patut berbangga karena pagi ini kita akan menyaksikan momen khusus, yaitu peluncuran logo Hari Keluarga Nasional. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, logo Harganas telah ditetapkan untuk digunakan secara permanen, dalam arti tidak berganti-ganti setiap tahun, mulai tahun 2017. Perubahan yang akan ada hanya tulisan di bawah logo yang disesuaikan: huruf Romawi sebagai penanda urutan peringatan Harganas dan nama provinsi penyelenggara acara puncak peringatan Harganas,” katanya.

Dalam rangka peringatan Harganas XXIV tahun 2017,  BKKBN juga menyelenggarakan bazar. Di bazar ini Bapak/Ibu dapat membeli bahan-bahan pokok seperti telur, gula pasir, dan lain-lain dengan harga lebih murah daripada harga pasaran. Bapak/Ibu juga dapat membeli berbagai barang atau makanan produk kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Selain produk UPPKS, Bapak/Ibu juga dapat membeli berbagai macam barang di stan-stan yang diisi oleh pegawai BKKBN, tambah Surya. (ANP)