Terapkan Code C, Siloam Hospitals Purwakarta Percepat Penanganan Pasien Serangan Jantung
Friday, 16 June 2017
Terapkan Code C, Siloam Hospitals Purwakarta Percepat Penanganan Pasien Serangan Jantung

PURWAKARTA- Siloam Hospitals Purwakarta telah mengembangkan layanan untuk menjadi yang terbaik dalam penanganan cepat dan akurat untuk Pasien Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) di Emergency Department. Berdasarkan Data Statistik Dunia, penyebab kematian terbanyak di dunia adalah penyakit Jantung. Begitu juga dengan Data Statistik yang ada di Indonesia, Penyakit Jantung Koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi dimana dari 100.000 orang, 151 orang diantaranya meninggal karena Jantung Koroner.

Dengan banyaknya pasien yang terkena Penyakit Jantung Koroner, Siloam Hospitals Purwakarta merasa perlu membuat program untuk mempercepat penanganan pasien Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) di Emergency Department dengan menerapkan Code C. 

Code C adalah code yang diberlakukan ketika ada pasien dengan Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) datang ke Emergency Department, yaitu berupa panggilan bagi semua unit-unit yang terkait dalam penanganan Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) di Siloam Hospitals Purwakarta.

Target waktu Penanganan Pasien Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) dari mulai datang ke Emergency sampai dengan pemberian Suntikan  Fibrinolitik adalah 30 Menit. Tindakan segera tersebut diharapkan akan dapat mengurangi kesakitan dan bahkan kematian. 

"Pembahasan mengenai Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) dan Penanganannya dilakukan oleh dr. Mira Rahmawati, SpJP juga “Code C” oleh dr. Reza Syahrial selaku Head of Emergency Department (Kepala Departemen Unit Gawat Darurat) Siloam Hospitals Purwakarta, penjelasan ini pun disampaikan pada acara Buka Puasa Bersama Kelurga Besar Siloam Hospitals Purwakarta, di dalam Buka Puasa Bersama yang di isi dengan kegiatan pemberian santunan kepada 20 orang anak yatim Yayasan Al-Hikmah," kata Dr. Irwan Gandana MARS, Direktur Siloam Hospitals Puwakarta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/6).

"Dengan adanya acara ini diharapkan media sebagai sumber informasi kepada masyarakat, dapat meneruskan informasi penanganan Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) secara tepat sehingga dapat bersama sama menyelamatkan masyarakat yang terkena Serangan Jantung (Infark Miokard Akut) dari kematian," tambah dia. (ars)