Inovasi Teknologi BPPT Telah Banyak Diterapkan Di Industri
Thursday, 15 June 2017
Inovasi Teknologi BPPT Telah Banyak Diterapkan Di Industri

Jakarta - Inovasi dari BPPT sudah banyak diterapkan di industri, antara lain inovasi garam farmasi BPPT telah diterapkan oleh PT Kimia Farma.

Sekretaris Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Soni Solistia Wirawan mengatakan, pembangunan pabrik garam farmasi pertama di Indonesia berkapasitas 2000 ton pertahun telah dibangun di Watudakon, Jombang, Jawa Timur, dan selanjutnya PT Kimia Farma dan BPPT juga akan membangun pabrik garam farmasi tahap kedua dengan kapasitas 4000 ton pertahun.

"Garam farmasi ini merupakan salah satu bahan baku obat yang sangat dibutuhkan. Tidak saja bagi industri farmasi, garam farmasi juga dibutuhkan untuk infus, bahkan bahan industri Kosmetik. Dengan adanya garam farmasi ini, maka akan mengurangi impor, karena sebelumnya garam ini diimpor,” kata Soni di BPPT, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Lebih lanjut Soni menjelaskan selain inovasi garam farmasi yang telah diterapkan di industri dan dikomersialkan, masih banyak lagi inovasi dari BPPT yang telah diterapkan di industri, di antaranya seperti implan tulang yang dikembangkan dari bahan lokal, termasuk juga mengembangakan ADS-B Sistem Navigasi Dalam Dunia Penerbangan.

Saat ini teknologi ADS-B ini telah diuji coba di dua bandara yaitu Bandara Hussein Sastranegara Bandung dan Bandara Ahmad Yani Semarang. Di mana hasil pengujiannya dinyatakan baik oleh Kemenhub, karena itu dalam waktu dekat Kemenhub akan segera mengeluarkan sertifikasi.

Disebutkan, dengan prestasi dari BPPT tersebut, BPPT semakin  mendapat perhatian dan kepercayaan, baik dari Pemerintah maupun dari DPR. Hal ini bisa dilihat, anggaran BPPT yang sebelumnya hanya di bawah angka Rp1 triliun, sekitar Rp900 milyar, untuk tahun ini meningkat bisa menjadi di atas Rp1 triliun, atau sekitar Rp1,16 triliun.

“Walaupun anggaran terbatas, BPPT tetap semangat dan bangkit untuk melakukan pengkajian dan penerapan teknologi. Dengan prestasi BPPT mulai ada perhatian, baik dari pemerintah maupun dari DPR,” katanya. (ANP)