BMKG-ITERA Bangun Laboratorium Penelitian Meteorologi
Tuesday, 13 June 2017
BMKG-ITERA Bangun Laboratorium Penelitian Meteorologi

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah menandatangani perjanjian Pelaksana Kerja Sama (PKS) pada hari selasa (13/06). Perjanjian tersebut ditandatangani langsung oleh sekretaris utama BMKG Widada Sulistya dan wakil rektor ITERA Sukrasno. Isi perjanjian tersebut membahas tentang pemanfaatan sarana dan prasarana, pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika serta pengembangan program studi sains atmosfer dan keplanetan di kampus Institut Teklonogi Sumatera (ITERA).

"Penandatanganan ini merupakan implementasi dari kerjasama antara BMKG dengan ITERA tentang pemanfaatan sarana dan prasarana, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang MoU nya sudah ditanda tangani sebelumnya pada 6 Oktober 2016" ungkap kepala BMKG Andi Eka Sakya.

BMKG dan ITERA rencananya akan membangun laboratorium penelitian meteorologi, klimatologi dan geofisika di lahan milik ITERA seluas +2 Ha (200x100). Diharapkan laboratorium ini bisa menjadi sarana belajar dan mengajar di ITERA, yang nantinya berguna untuk mengembangkan program studi sains atmosfer dan keplanetan di kampus ITERA. Laboratorium ini akan di desain dan menggunakan alat-alat MKG yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh badan meteorologi dunia (WMO). 

"Sumatera merupakan salah satu wilayah yang memiliki kerentanan bencana yang tinggi, maka dengan adanya kerjasama ini, melalui dibangunnya laboratorium dapat meningkatkan kemampuan SDM para generasi masa depan untuk menghasilkan kerapatan hasil pengamatan yang nantinya dapat menghasilkan keakuratan data, sehingga dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap bencana" ungkap Eka Yaksa, selasa (13/06) 

Sementara itu Rektor ITERA Ofyar Z Tamin menjelaskan, wilayah Lampung juga merupakan wilayah yang rentan bencana di Sumatera. Maka sangat diperlukan peningkatan merapatkan titik untuk pengamatan cuaca. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan prediksi iklim cuaca yang baik. Inilah yang mendorong dibangunnya laboratorium penelitian meteorologi" ungkap Ofyar Z Tamin.

Perjanjian antara BMKG-ITERA meliputi: pemanfaatan lahan ITERA untuk penempatan peralatan observasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika milik BMKG, meningkatkan kapasitas SDM, penelitian dan pengembangan bersama serta pengembangan program studi Sains Atmosfer dan keplanetan. Selain itu, BMKG juga berperan aktif dalam menunjang program studi tersebut dengan membangun tim khusus untuk mengajar dan melakukan penelitian dan pengembangan bidang MKG di ITERA.

"Diharapkan dengan kerja sama ini, kegiatan pendidikan serta penelitian dan pengembangan di bidang meterologi dan klimatologi dan geofisika di Indonesia dapat lebih ditingkatkan" ujar Eka Yaksa. (ars)