Ketegangan Klasik Alien: Covenant
Thursday, 11 May 2017
Ketegangan Klasik Alien: Covenant

Genre: Sci-fi, thriller 

Sutradara: Ridley Scott (The Martian) 

Pemain: Michael Fassbender, Katherine Waterston, Danny McBride 

Distributor: 20th Century Fox

Durasi: 2 jam 

Format: 2D, IMAX 

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 10 Mei 2017

Kisah yang tenar dimulai pada tahun 1979 sampai akhir era 90an, Alien, kembali dihidupkan penciptanya. Sutradara senior Ridley Scott menyutradarai lagi edisi terbaru, "Alien: Covenant". Sekitar 10 tahun setelah kisah dramatis pesawat luar angkasa "Prometheus", kini Covenant membawa ribuan orang yang akan menempati planet baru. Dalam perjalanan, kegagalan teknis membangunkan para awak kapal dan membawa mereka ke planet yang awalnya dianggap sempurna, jauh lebih baik daripada bertahun-tahun lagi menuju tujuan awal. 

Namun, tempat yang hanya ingin disinggahi itu, menyimpan misteri tentang pengalaman awak Prometheus. Meski menyajikan pemandangan alam yang indah, tanahnya dihuni makhluk asing, alien. Situasi itu tak hanya membahayakan, tetapi juga mematikan sekaligus mengancam keberlangsungan penjelajahan seluruh penumpang. 

Dengan efek meyakinkan dan lebih detil daripada pendahulunya, "Alien: Covenant" tetap membawa penontonnya pada sensasi klasik, menyaksikan ketegangan dan serunya manusia menghadapi alien. Latar belakang kekejian alien juga mulai diungkap lewat konstruksi cerita sederhana yang tak terlalu asing. 

Dalam rangka promosi, video prolog yang beredar online berjudul "The Crossing", menceritakan apa yang terjadi dengan pimpinan Prometheus Dr. Elizabeth Shaw dan robot David, setelah peristiwa malapetaka di film sebelumnya. Dr. Shaw memperbaiki David, lalu mereka menggunakan pesawat untuk mencari asal-usul Engineer, makhluk luar angkasa yang menyerupai manusia. Keduanya berhasil menemukan tempat, yang disebut Dr. Shaw sebagai 'paradise'. 

Sedangkan dalam prolog lainnya berjudul "The Last Supper", para awak Covenant berkumpul, berbagi cerita, sebelum memasuki tidur panjang untuk diawetkan dalam perjalanan jauh ke planet baru. Mereka dilayani robot yang secara fisik sangat mirip dengan David, bernama Walter, namun memiliki spesifikasi lebih maju dibanding pendahulunya di Prometheus. 

"Alien: Covenant" merupakan film kedua dalam prequel "Alien" (1979), yang diarahkan sineas berusia hampir 80 tahun, Ridley Scott. Rangkaian prequel ini dimulai dengan Prometheus, yang dirilis pada tahun 2012. 

Untuk mempromosikan "Alien: Covenant", distributor 20th Century Fox bekerja sama dengan FoxNext VR Studio, RSA VR, MPC VR, Mach1, dan mitra teknologi AMD RADEON dan Dell Inspiron meluncurkan "Alien: Covenant In Utero", sebuah pengalaman virtual reality yang tersedia di platform Oculus per tanggal 26 April 2017.

Alien Covenant In Utero juga akan tersedia di semua platform mobile, dan platform yang terkoneksi termasuk Samsung Gear VR, Google Daydream View, HTC Vive, dan PlayStation VR pada tanggal 10 Mei 2017. 

Pengguna Alien Covenant In Utero akan mengalami perjalanan virtual reality 360 derajat, dalam mimpi buruk yang hidup, menawarkan perjumpaan mengerikan sekaligus personal, dengan menjadi alien Neomorph pada saat kelahirannya. Penggemar akan merasakan dunia Neomorph dalam kandungan, sekaligus menghidupkan kembali kenangan pertama Neomorph saat hadir di dunia. 

Sutradara Ridley Scott mengatakan, "Dengan pengalaman In Utero, partisipasi penonton dibawa ke tingkat yang baru. Anda bisa menjadi Neomorph, mengeksplorasi apa yang terjadi di sekitar anda, dan dalam diri sendiri." 

Pengalaman VR Alien Covenant In Utero bisa dialami langsung publik lewat event di lobi Summarecon Mal Kelapa Gading 3 (dekat Starbucks), sampai 28 Mei 2017. 

(MAR)