Tips Mengatur Keuangan bagi Generasi Milenial
Monday, 08 May 2017
Tips Mengatur Keuangan bagi Generasi Milenial

JAKARTA - Generasi millenial dikenal jago dalam menggunakan teknologi. Keseharian yang mereka lakukan tidak pernah jauh-jauh dari smartphone yang mereka genggam.

Setiap aktivitas, baik menyangkut pekerjaan maupun di luar pekerjaan, mereka lakukan secara efektif dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi canggih yang ada di smartphone.

Sayangnya, generasi yang rata-rata masih terbilang muda ini payah dalam urusan keuangan. Gaya hidup yang kini semarak cukup menguras isi dompet. Mayoritas generasi millenial pun terlena dibuatnya.

Dengan keyakinan You Only Live Once (YOLO), kebanyakan dari mereka mengeluarkan uang demi bisa travellinghangout di kafe, atau menyaksikan konser musisi yang mereka idolakan.

Lalu, bagaimana caranya agar terhindar dari paceklik finansial? Beberapa tips berikut bisa membantu Anda untuk menjadi generasi millenial yang independen secara finansial.


1. Harus Punya Tujuan dan Rencana (Goals and Planning)

Keuangan yang terencana tentu saja baik untuk kondisi finansial. Terbukti, orang-orang yang tidak jelas dalam mengalokasikan pendapatannya biasanya suka mengeluh kekurangan uang sebelum waktu gajian tiba.

Generasi millenial juga terperangkap dalam situasi tersebut. Katakanlah uang gajian selain untuk belanja juga untuk tabungan atau investasi. Namun, bagaimana komposisi alokasinya? Apakah proporsional atau tidak?

Paling utama yang perlu dicatat adalah tentukan terlebih dahulu tujuan finansial yang ingin dicapai. Entah itu untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Dengan begitu, proporsi pengeluaran akan pas peruntukannya.

Lalu, bagaimana menyusun rencana berupa anggaran keuangan yang tepat guna? Formula 50/20/30 atau 50/20/30 budget menjadi cara yang efektif dalam menyusun rencana atau anggaran keuangan. Dari pemasukan yang dimiliki, alokasikan:

50% pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari semisal sewa rumah atau ongkos transportasi.

20% untuk tujuan finansial semisal tabungan, investasi, atau pembayaran kredit.

30% untuk pemenuhan kebutuhan pribadi semisal makan di luar atau menonton di bioskop.

2. Hidup Itu Menjanjikan Jika Punya Tabungan dan Investasi

Adanya tabungan dan investasi memberikan jaminan untuk mewujudkan hidup yang mapan secara finansial. Beragam produk tabungan ataupun investasi tersedia dan telah disesuaikan menurut kebutuhan, seperti tabungan berjangka, deposito, saham, obligasi, ataupun reksa dana.

Tabungan atau investasi yang dipilih bisa dibilang merupakan yang terbaik jika sejalan dengan tujuan finansial. Tipikal atau karakter yang dimiliki juga turut menentukan, khususnya dalan berinvestasi.

Misalnya, Anda ingin mendapatkan return besar dari uang yang ditanam, tidak berkurang, dan dijamin pengembaliannya bila terjadi hal yang tak diinginkan (krisis).

Jika begitu, jangan menempatkan uang Anda dengan membeli saham. Sebab konsekuensi dari investasi saham ialah siap apabila sewaktu-waktu merugi. Lebih baik memanfaatkan tabungan berjangka dengan bunga yang menguntungkan tentunya.

3. BPJS + Asuransi = Proteksi ++

Proteksi diri kurang begitu diperhatikan secara serius oleh generasi millenial. Menjadi anggota BPJS dianggap sudah cukup dalam memberikan perlindungan.

Tak ada salahnya punya cara pandang demikian. Namun, alangkah baiknya proteksi diri yang Anda punya dimaksimalkan agar memberi manfaat lebih.

Anda pasti pernah mendengar atau mendapat berita betapa ramainya antrean di rumah sakit dalam melayani pasien BPJS. Dengan menggunakan asuransi, Anda dapat terhindar dari situasi tersebut. Anda akan mendapat penanganan tanpa perlu menunggu lama.

4. Gunakan Kartu Kredit untuk Tujuan Ekonomis

Bicara soal kartu kredit, rata-rata karena kurangnya kontrol menyebabkan alokasi pengeluaran generasi millenial terserap untuk membayar utang kartu kredit. Tak sedikit pula generasi millenial yang enggan memiliki kartu kredit karena takut jadi beban finansial nantinya.

Padahal, kartu kredit akan sangat membantu jika digunakan dengan bijak. Banyak keuntungan-keuntungan ekonomis yang akan diperoleh generasi millenial dari penggunaan kartu kredit.

Mulai dari belanja yang bisa dilakukan dengan mencicil, pemberian diskon, cashback, sampai pemberian rewards.

5. Dana Pensiun Besar Nilainya kalau Dipersiapkan Sejak Muda 

Banyak dari generasi millenial menunda untuk mempersiapkan dana pensiun. Padahal, manfaat yang diberikan dana pensiun terasa besar dengan mempersiapkannya sewaktu usia muda.

Perlu diingat, besar kecilnya dana pensiun yang diterima tergantung seberapa besar total premi yang telah dibayarkan. Artinya, dana pensiun yang Anda terima lebih besar saat dimulai pada usia 25 tahun ketimbang 30 tahun.

Ada sejumlah instrumen yang dapat dipilih untuk mempersiapkan dana pensiun. Anda bisa menempatkan dana di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Atau memilih program Jaminan Pensiun atau Jaminan Hari Tua (JHT) yang menjadi bagian dari BPJS Ketenagakerjaan.

Reksa dana juga bisa jadi pilihan demi terjaminnya masa pensiun Anda nanti. Pilihlah yang menguntungkan bagi Anda.

6. Sayangi Anak dengan Dana Pendidikan 

Siapapun mengamini betapa pentingnya pendidikan bagi anak. Sayangnya, kebanyakan generasi millenial kurang sigap menyikapinya. Dari tahun ke tahun biaya pendidikan terus meningkat.

Besaran kenaikannya sekitar 6-20% per tahun. Inflasi adalah pemicu meningkatnya biaya pendidikan.

Agar nantinya tidak terbebani secara tiba-tiba ketika anak sudah waktunya bersekolah, persiapkanlah mulai sedini mungkin dana pendidikan.

Anda bisa memanfaatkan tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, ataupun reksa dana. Paling penting untuk selalu diingat, pilih yang cocok dengan rencana dan kemampuan keuangan Anda.

(dnb/Sumber : Okezone.com)