Menyiapkan Gen Y Menjadi Pemimpin
Thursday, 20 April 2017
Menyiapkan Gen Y Menjadi Pemimpin

oleh Jamil Azzaini

Saat saya pulang untuk menengok orang tua di Lampung tahun lalu, saya sudah menikmati jalanan mulus dan nyaman, padahal sebelumnya rusak sangat parah. Ketika saya berkomentar "wah, jalannya sekarang bagus ya." Adik saya yang menjemput dari bandara menjawab "ini jasa gubernur baru, berdarah muda, serius dan semangat. Namanya Ridho Ficardo." Ternyata, Gubernur Lampung ini termasuk Gen Y karena kelahiran tahun 1980.

Setelah saya searching di dunia maya, ternyata di panggung politik, banyak pemimpin generasi Y bermunculan. Ada Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan (kelahiran 1989), Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak (kelahiran 1984) dan wakilnya M Nur Arifin (kelahiran 1990), Gubernur Zumi Zola (kelahiran 1980), Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad (kelahiran 1987).

Menurut Neil Howe dan William Strauss (Millennials Rising: The Next Great Generation, 2000), generasi Y bisa menjadi pahlawan (hero) jika mampu mengatasi krisis. Jika gagal, energi besar mereka bisa berubah negatif dan mengakibatkan kediktatoran dan kerugian-kerugian lainnya. Dalam lima tahun kedepan, Gen Y akan mulai mendominasi level pimpinan diberbagai institusi, termasuk intitusi bisnis tentunya.

Keliru menyiapkan Gen Y menjadi pemimpin akan berakibat fatal, yakni bangkrutnya bisnis atau setidaknya penurunan kinerja. Gen Y yang tidak suka digurui, butuh diakui, senang diberdayakan memerlukan pekerjaan yang penuh tantangan. Sebelum mereka benar-benar siap menjadi pemimpin, mereka sebaiknya diberi tugas-tugas yang menantang, diberi feedback yang tajam dan pendampingan yang memadai.

Perubahan yang begitu cepat "memaksa" perusahaan perlu segera menyiapkan Gen Y menjadi pemimpin. Mereka lebih terbuka, adaptif dan cepat dalam menghadapi perubahan, sangat berbeda dengan generasi sebelumnya (baby boomers, gen X). Bersiaplah menggali "kuburan" bila Anda belum siap menjadikan Gen Y menjadi pemimpin. Namun mengangkat Gen Y menjadi pemimpin tanpa dibekali ilmu memadai, sama saja dengan bunuh diri.

Segera bekali Gen X yang sudah punya jam terbang memimpin dan Gen Y yang sedang mulai memimpin untuk punya bekal yang cukup dalam memimpin lintas generasi yang ada dalam timnya. Selain itu, membekali mereka akan menjaga perusahaan Anda terus berjaya karena para pemimpinya memahami prinsip-prinsip yang mampu menggerakkan generasi yang berbeda saling bekerja sama meraih tujuan yang telah disepakati. 

Salam Sukses Mulia!

Jamil Azzaini

CEO Kubik Leadership

www.kubik.co.id