The Lego Batman: Menguak Misteri Ksatria Kegelapan
Tuesday, 07 February 2017
The Lego Batman: Menguak Misteri Ksatria Kegelapan

 

Genre: Animasi, komedi

Sutradara: Chris McKay

Pengisi suara: Will Arnett - Batman, Zach Galifianakis - The Joker, Michael Cera - Robin, Rosario Dawson - Batgirl, Ralph Fiennes - Alfred Pennyworth.

Durasi: 1 jam, 44 menit

Distributor: Warner Bros. Pictures

Format: 3D, IMAX 3D

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 9 Februari 2017

 

 

Mengikuti gaya dan teknik film LEGO pertama, "The LEGO Batman Movie" juga dikonstruksi dari ribuan demi ribuan bongkah digital LEGO. Semuanya dibentuk, dibuat personal, dan dibangun di komputer untuk merancang latar tempat, properti, figur mini dan bagian-bagian lain khas dunia LEGO.

Sutradara Chris McKay mengatakan, "Kami ingin membuat film di mana penontonnya merasa memegang bagian-bagian LEGO untuk membuat dunia dan segala sesuatu di dalamnya."

Kisahnya berawal dari aksi Batman mempertahankan Kota Gotham, memberantas penjahat yang selalu mengganggu. Seperti biasa, DC Super Hero sekaligus Master Builder ini tampil untuk menyelamatkan, membebaskan sandera, menjinakkan bom, dan menggagalkan rencana jahat musuh masyarakat. Dan seperti biasa juga, Batman disambut meriah oleh polisi dan politisi, disanjung media massa, dan dimeriahkan dengan parade besar-besaran serta kembang api. Seluruh warga mencintainya. Batman pun menyukai bahwa mereka mencintainya.

Lalu Batman pulang ke rumah sendirian sebagai Bruce Wayne.

Inilah sisi kesepian Batman, melekat dengan bagian dirinya yang melegenda dan mistis. Elemen tersebut diangkat oleh Sutradara McKay beserta tim sebagai fokus cerita secara ekstrim. Tujuannya, membuat penonton merasa tersentuh sekaligus menggelikan.

"Kami mengangkat sisi lain karakter, lalu mengangkatnya ke permukaan. Batman sangatlah gelap dan sering menyendiri, jadi dasar ceritanya adalah menyelidiki, kira-kira 'Apa masalah orang ini? Bisakah dia merasa benar-benar bahagia? Bisakah dia tetap berperan sebagai Super Hero tetapi juga belajar menikmati dirinya, dan belajar bekerja sama dengan orang lain? Mari memaksanya masuk ke situasi di mana dia harus berhadapan dengan kondisi tadi, dan kita lihat apa yang akan Batman lakukan," jelas Sutradara McKay.

Dalam ceritanya, keenganan Batman berhubungan yang bermakna dengan orang lain, ditunjukkan oleh hubungan yang naik turun namun berlangsung lama dengan musuh utama Kota Gotham, The Joker. Bersama-sama, The Joker berpendapat, dengan kegilaannya seperti biasa tetapi tidak sepenuhnya tak logis, The Joker - Batman merupakan pasangan yang saling menguntungkan: yin-yang dalam kedamaian kota, setiap pencapaian mereka pada dasarnya tak berguna tanpa adanya pihak lain.

Tetapi pendapat tersebut hanya membuat Batman marah, "Kamu tak berguna bagiku. Saya tidak butuh kamu. Saya tidak butuh siapa pun."

Mampukah Batman ke luar dari zona nyamannya yang misterius?

(MAR)