Transkrip : Prio soal DPP Golkar diminta Tegur dan Tarik Dukungan ke Ahok Terkait Ketua MUI
Wednesday, 01 February 2017
Transkrip : Prio soal DPP Golkar diminta  Tegur dan Tarik Dukungan ke Ahok Terkait Ketua MUI

Sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Golkar, saya prihatin dengan dan kecewa terhadap pernyataan Ahok dan tim Kuasa Hukumnya, dalam persidangan kemarin yang bernada mengancam dan teguran kepada simbol kesepuhan seperti Kyai Ma'ruf.

 

Sungguh sangat kasar dan bisa dapat melukai kalangan Nahdiyyin dan kalangan kalangan umat Islam pada umumnya. 

 

Dan yang semacam ini menurut hemat saya itu berlebihan dan terlalu kasar ditunjukkan kepada tokoh yang amat dihormati seperti Kyai Ma'ruf amin.

 

Kyai Ma'ruf Amin semua kita tahu adalah orang tua kita semua beliau adalah tokoh moderat ketua umum Majelis Ulama Indonesia dan juga ingat sebagai Rois Aam pengurus besar Nahdlatul Ulama.

 

Pemimpin keagamaan tertinggi di NU, jutaan warga Nahdliyin umumnya umat Islam sudah tentu amat menghormati karena reputasi Kyai Ma'ruf adalah tokoh kesepuhan yang moderat. 

 

NKRI kebangsaan tidak perlu dipertanyakan lagi , oleh karena itu karena situasi sudah menggelinding semacam ini, saya menganjurkan kepada dewan pimpinan pusat Partai Golkar untuk segera menegur pak Ahok, yang kedua Ahok perlu dinasehati untuk dalam suasana  kebatinan bangsa yang lagi mendung seperti ini Pak Ahok agar mestinya lebih bisa menjaga mulut dan tata krama nya ,agar semua suasana lebih kondusif  dan tenang dalam situasi semacam ini.

 

 Kita prihatin karena sekarang yang juga sudah ada reaksi yang begitu masif dari publik utamanya kaum Nahdiyin, karena itu kita anjurkan kalo bersedia ini bagus agar pak Ahok segera minta maaf secara terbuka kepada Kyai Ma'ruf Amin, orang tua yang kita hormati ini. 

 

Ya Kalau Pak Ahok mau itu bagus tapi kalau Pak Ahok tidak mau, saya anjurkan Partai Golkar untuk menarik dukungan kepada Ahok sebagai calon gubernur jika itu dimungkinkan oleh undang-undang.

 

Karena kita khawatir ini akan berimbas juga kepada Partai Golkar karena merestui dan diam saja dengan calon yang diusung berlaku kurang, Berlaku tidak patut atau kasar menuduh Kyai Ma'ruf dengan bernada acaman seperti itu.