Perjuangan Saroo Bertemu Orang Tua dalam Lion
Friday, 27 January 2017
Perjuangan Saroo Bertemu Orang Tua dalam Lion

Genre: Drama
Sutradara: Garth Davis
Pemain: Dev Patel, Nicole Kidman, Rooney Mara
Negara: Australia
Durasi: Hampir 2 jam

Bekerjasama dengan XXI Senayan City Jakarta, Kedutaan Besar Australia resmi menyelenggarakan Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI). Festival film yang berlangsung tanggal 26–29 Januari 2017 akan menghadirkan berbagai film dari Indonesia dan Australia yang sukses meraih penghargaan.

Salah satunya adalah film "Lion", sekaligus pembuka dari FSAI. "Lion" diadaptasi dari sebuah buku berjudul A Long Way Home, kisah nyata warga Australia Saroo Bierley, yang berasal dari India dan kemudian diadopsi oleh pasangan Aussie. Sesuai judul bukunya, film ini menceritakan perjalanan Saroo menemukan rumahnya kembali.

Berdurasi dua jam, nominee Golden Globe ini memiliki dua latar tempat yang cukup seimbang: di India dan Australia (Tasmania). Dalam setengah bagian (sekitar satu jam pertama), kita akan diperkenalkan dengan sosok anak laki-laki bernama Saroo. Di mana dia tinggal, apa yang dia lakukan setiap hari, bagaimana dan siapa saja keluarganya, hingga akhirnya dia bisa diadopsi dan tinggal di Australia.

Ketika Saroo baru berusia lima tahun, ia hidup dalam kemiskinan bersama ibu dan saudara-saudaranya di sebuah kota di India. Saroo dan kakak lelakinya, Guddu, sering pergi bersama untuk mengemis di sebuah stasiun kereta. Pada suatu hari, Guddu memberitahu adiknya, ia akan naik kereta ke kota lain. Mendengar perkataan ini, Saroo memohon kakanya untuk ikut bersamanya. Guddu mengabulkan permohonannya dan pada saat mereka sampai di tempat tujuan, Guddu memberitahu Saroo untuk menunggunya di sebuah peron kereta.

Dari sana, Saroo terpisah sampai diadopsi pasangan di Australia. Menariknya, 20 tahun kemudian, Saroo berusaha mencari keberadaan ibunya lewat Google Earth.
 

Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) merayakan bakat dan keahlian industri film Indonesia dan Australia, dan akan berlanjut dengan pemutaran film di Makassar 28-29 Januari dan di Surabaya 4-5 Februari 2017. Festival ini menampilkan film-film peraih penghargaan, yakni Girl Asleep, Looking For Grace, Spear , Satellite Boy dan The Ravens.

Sutradara yang diakui di panggung internasional dan alumni Australia Kamila Andini, Mouly Surya dan Riri Riza akan menghadirkan film-film mereka Following Diana, What They Don’t Talk About When They Talk About Love dan Sokola Rimba.

Festival tahun ini juga akan memamerkan karya sineas-sineas muda dalam Kompetisi Film Pendek FSAI yang perdana. Dan hampir 300 film pendek yang masusk, enam finalis telah dipilih untuk berkompetisi memenengkan kesempatan hadir di Melbourne International Film Festival pada bulan Agustus tahun ini.

Panel juri dalam kompetisi ini adalah Kamila Andini, sutradara peraih pernghargaan Jennifer Perrot, dan programer Melbourne International Film Fetival Thomas Caldwell.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan festival ini merupakan perayaan suburnya industri film di kedua negara, Australia dan Indonesia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson menyatakan, “Warga Australia dan Indonesia sama-sama mencintai film sebagai cara untuk mengekspresikan harapan, impian dan tantangan dan kedua negara memiliki industri yang dinamis dan kekayaan bakal kreatif.”

Festival Sinema Australia Indonesia 2017 didukung oleh QANTAS, Screenwest dan Prima Sinema Multimedia.

(M1)