NEWS HOTLINE: SMS & WhatsApp 08121111046, Telepon 0213921717, BBM 21B9E10A    

Lonjakan Harga Cabai Tak Membahayakan Inflasi Domestik

11 Jan 2017 16:13 WIB
Lonjakan Harga Cabai Tak Membahayakan Inflasi Domestik

Divisi Riset Reliance Securities Rio Adrianus menyampaikan pernyataan tertulis kepada Sindotrijaya.com, sebagai berikut:

Global Economic News
 • Tiongkok: Inflasi PPI Tiongkok naik 5,5% y/y di bulan Desember dari 3,3% y/y di November dan saat ini berada di level tertinggi sejak tahun 2011. Angka ini memperkuat pandangan pemulihan inflasi global di tahun ini.
 
Indonesia Economic & Fixed Income News
• Kenaikan harga cabai yang naik hingga tiga kali lipat di beberapa daerah akibat gagal panen memberi tantangan pemerintah untuk mempertahankan inflasi domestik tetap stabil di tahun ini. Reliance Securities optimis lonjakan harga cabai hanya bersifat sementara dan tidak membahayakan proyeksi inflasi domestik yang stabil di tahun ini.

• Moody's : Profil kredit sovereign di kawasan Asia Pasifik memiliki outlook stabil di tahun 2017 yang sedang dalam tahap reformasi institusi dan dalam tren penguatan pendapatan.Namun demikian, risiko pertumbuhan yang lemah di perdagangan global dan arus modal keluar dapat melemahkan profil kredit negara-negara yang bergantung pada pendanaan eksternal.

• Hasil lelang lima seri sukuk 10 Januari 2017 memperoleh total penawaran sebesar Rp 24 triliun dengan total nominal yang dimenangkan sebesar Rp 6,577 trliun. Berikut adalah rinciannya:
• 1. SPNS11072017: Jumlah penawaran yang masuk Rp 17,89 triliun dengan jumlah nominal dimenangkan sebesar Rp 2 triliun. Yield tertinggi 7%, terendah 5,84% dan rata-rata tertimbang sebesar 5,86%.
• 2. PBS013: Jumlah penawaran yang masuk Rp 3,49 triliun dengan jumlah nominal dimenangkan sebesar Rp 2,19 triliun. Yield tertinggi 7,63%, terendah 7,09% dan rata-rata tertimbang sebesar 7,15%.
• 3. PBS014: Jumlah penawaran yang masuk Rp 0,76 triliun dengan jumlah nominal dimenangkan sebesar Rp 0,73 triliun. Yield tertinggi 7,69%, terendah 7,56% dan rata-rata tertimbang sebesar 7,63%.
• 4. PBS011: Jumlah penawaran yang masuk Rp 0,98 triliun dengan jumlah nominal dimenangkan sebesar Rp 0,79 triliun. Yield tertinggi 8,16%, terendah 7,81% dan rata-rata tertimbang sebesar 8,75%.
• 5. PBS012: Jumlah penawaran yang masuk Rp 0,9 triliun dengan jumlah nominal dimenangkan sebesar Rp 0,86 triliun. Yield tertinggi 8,5%, terendah 8,25% dan rata-rata tertimbang sebesar 8,36%.

(MAR)