Invasi Asing, Mesiu, dan Militer Tiongkok dalam The Great Wall
Friday, 30 December 2016
Invasi Asing, Mesiu, dan Militer Tiongkok dalam The Great Wall

 

Genre: Action, adventure, monster

Sutradara: Zhang Yimou (Hero, House of Flying Daggers)

Pemain: Matt Damon, Pedro Pascal, Jing Tian, Andy Lau, WIllem Dafoe.

Durasi: 1 jam 44 menit

Distributor: Universal Pictures

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 4 Januari 2017

Format: IMAX 3D, 3D, 2D

 

"The Great Wall" merupakan fiksi atau legenda tentang Tembok Besar Cina, yang membentang 8 ribuan kilometer di sebelah utara Tiongkok. Sekali lagi, ceritanya tak pernah terjadi. Sekadar hiburan, tak perlu pusing untuk mencari terlalu dalam soal kebenaran fakta sejarahnya, apalagi mempertanyakan kehadiran Bangsa Barat di peradaban Cina. Meski begitu, film ini tetap asyik diikuti. 

Kisahnya berawal dari penjahat bayaran asal Eropa yang ingin mencari bubuk hitam atau bubuk mesiu. Dalam perjalanan, William (Matt Damon) dan Tovar (Pedro Pascal) sempat melawan dan memotong cakar makhluk misterius, sampai mereka 'nyasar ke sisi luar Tembok Besar. 

Meski awalnya dicurigai, mereka dianggap pemberani karena telah mengalahkan makhluk misterius yang menjadi musuh besar petinggi militer Tembok Besar. Selama 60 tahun, seluruh prajurit disiapkan untuk invasi besar-besaran monster tersebut, yang bernama taotie. 

William dan Tovar pun terlibat dalam pertarungan melawan taotie, di bawah komando Ordo Tanpa Nama. Mereka mulai mengenal satuan-satuan militer dan senjata yang digunakan dalam pertempuran di Tembok Besar, mulai dari tim pisau, pasukan bunuh diri, pemanah, prajurit perempuan, dan lain-lain.

Termasuk pemakaian bubuk hitam atau mesiu, yang belum dikenal dunia. Kubu Tiongkok ingin agar bahan peledak itu jangan sampai jatuh ke bangsa luar, sedangkan William, Tovar, serta orang Eropa lainnya, Ballard, ingin mencurinya untuk memenangkan persaingan di luar Tiongkok.

Kisah mengalahkan taotie dan usaha mendapatkan bubuk mesiu, ditampilkan dengan eksplorasi mendalam tentang Tembok Besar. Bangunan ikonik tersebut diceritakan sungguh-sungguh sebagai benteng pertahanan, lengkap dengan aktivitas kamp militer di dalamnya. 

Seperti karya Zhang Yimou lainnya, unsur sejarah dan kebudayaan tidak pernah bisa dilepaskan dari "The Great Wall". Sosok antagonis berupa monster pun masih bisa dijelaskan, daripada 'ngotot menampilkan musuh dari Utara yang sesungguhnya pernah dibendung Tembok Besar.

Cerita Tiongkok diinvasi asing juga tergambar jelas dalam adegan di Kota Terlarang, istana jaman dinasti, lengkap dengan visualisasi dan efek meyakinkan dari Zhang, yang pernah menyutradarai seremoni pembukaan Olimpiade Beijing 2008.

Penyuka sinema Mandarin bakal puas menyaksikan Jing Tian, Andy Lau, dan sederet pemeran Hong Kong - Taiwan - Tiongkok. Sedangkan penonton film Hollywood bisa menyaksikan aktor Matt Damon beraksi dengan busur panah.

(MAR)