Passengers: Asmara dalam Fiksi Ilmiah
Friday, 23 December 2016
Passengers: Asmara dalam Fiksi Ilmiah

Genre: Drama, sci-fi
Sutradara: Morten Tyldum (The Immitation Game)
Pemain: Jennifer Lawrence: (X-Men Trilogy), Chris Pratt (Guardian of the Galaxy)
Distributor: Columbia Pictures
Durasi: Sekitar 2 jam
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 23 Desember 2016

Jarang ada film sci-fi yang menekankan pada cerita cinta, begitu juga sebaliknya, drama romantis belum tentu bisa 'nyambung dengan fiksi ilmiah. Kisah asmara sekadar menjadi bumbu seiring serunya adegan petualangan. Namun, tidak di "Passengers". Tokoh utamanya, Jim, yang menumpang pesawat luar angkasa dari bumi ke koloni baru, jatuh cinta dengan Aurora, sesama penumpang.

Mereka bertemu saat perjalanan 120 tahun menuju planet lain. Dengan kapsul tidur khusus dan peralatan pesawat serba canggih, seluruh penumpang ditidurkan selama perjalanan sampai sekitar 4 bulan sebelum tiba. Masalahnya, Aurora dan Jim terbangun 90 tahun lebih awal. Keduanya terjebak dalam moda transportasi mengagumkan penuh fasilitas memanjakan, tetapi harus menerima kenyataan: impian mereka ke tempat baru, mungkin tak akan pernah terwujud, karena tak bisa melawan penuaan tanpa kapsul tidur.

Aurora dan Jim juga menemukan kerusakan kapal, yang menyebabkan kesalahan teknis awal sehingga kapsul tidur mereka rusak. Tak hanya membahayakan hidup keduanya, melainkan juga nasib ribuan penumpang dalam migrasi besar-besaran sepanjang sejarah manusia.

Dengan set tumpangan mewah, "Passangers" meyakinkan penonton tentang asyiknya berpetualang ke antariksa. Efek visual dan tampilan megah kapal bintang menjadi pemandangan berbeda ketika mengikuti perjalanan cinta Aurora dan Jim.

Lebih dari itu, pesan-pesan moral juga tersampaikan secara mulus, di antaranya: tentang optimisme, pentingnya menjadi driver daripada passenger dalam hidup, menikmati waktu, memanfaatkan kesempatan, dan menerima apa yang telah diberikan daripada mengharapkan yang belum tercapai.

 

(MAR)