NEWS HOTLINE: SMS & WhatsApp 08121111046, Telepon 0213921717, BBM 21B9E10A    

Mengalami Petualangan Leluhur dalam Assassins Creed

21 Des 2016 17:45 WIB
Mengalami Petualangan Leluhur dalam Assassins Creed


Genre: Action, adventure

Sutradara: Justin Kurzel (Macbeth, 2015) 

Pemain: Michael Fassbender (X-Men: Days of Future Past, 12 Years of Slave), Marion Cotillard (The Dark Knight Rises, La Vie en Rose).

Distributor: 20th Century Fox

Durasi: Sekitar 2 jam

Mulai tayang di bioskop Indonesia: 21 Desember 2016.


Berdasarkan video game, "Assassin's Creed" menceritakan fiksi sejarah berlatar perang salib pada abad 15. Tokoh utamanya Callum Lynch, pelaku kriminal kelas kakap yang sudah dihukum mati pada tahun 2016, berkelana kembali ke tahun 1400-an, masuk ke kehidupan leluhurnya, Aguilar, yang juga dianggap sebagai penjahat berbahaya.

Cara penjelajahan waktunya, Callum atau Cal yang telah dinyatakan meninggal dunia, dijadikan proyek sains oleh ilmuwan Dr. Sophia Rikkin, pencipta alat canggih Animus. Hasil teknologi revolusioner tersebut mampu memindahkan otak manusia masa kini untuk masuk ke kehidupan masa lalu, dalam hal ini: Cal menjadi Aguilar, pendahulunya.

Dr. Sophia ingin mengetahui kehidupan Aguilar, sebagai pemegang terakhir Apel Eden, benda berharga sumber dari segala kejahatan yang berisi keinginan bebas manusia. Dengan didapatkan Apel Eden dan terkendalinya keinginan insani, dunia akan berlangsung tertib tanpa ada lagi pemberontakan dan tindak kriminal.

Perburuan tersebut berkaitan dengan konflik dua kubu: Assassin, gerombolan penjahat penyokong kebebasan yang diperkuat Aguilar, melawan Templar, kelompok pendukung ketertiban dunia. 

Sepanjang film, penonton diajak untuk memahami perseteruan Assassin vs Templar, melalui kehidupan Cal sejak kanak-kanak, termasuk hubungannya dengan orang tua dan nenek moyang: Aguilar. Lalu, kenapa Apel Eden masih terus diburu sampai sekarang oleh Dr. Sophia, yang juga memiliki latar belakang semisterius Cal? 

Aktor Michael Fassbender menjawabnya lewat penampilan dalam adegan-adegan laga yang seru, dengan kembali bekerja sama dengan sutradara Justin Kurzel dan aktris Marion Cotillard, seperti dalam "Macbeth".

Meski bukan penggemar video game-nya, orang awam tetap bisa menikmati jalannya cerita, bahkan ikut penasaran sampai akhir. Sementara penggemar game dimanjakan dengan aksi mengalahkan musuh dan lompat-melompat bangunan kuno, seperti saat memainkan "Assassin's Creed".

(MAR)